Berita

Agar Koperasi 'Tak Tertinggal', Ini Saran Wagub Untuk Insan Koperasi

Pangkalpinang - Koperasi di Bangka Belitung tidak boleh tertinggal atau kalah saing dengan koperasi daerah lain. Untuk itu, pengurus dan insan koperasi harus mulai menggunakan teknologi digital agar mampu bersaing.
 
Demikian disampaikan Wagub Kep Bangka Belitung Abdul Fatah saat ditemui usai menyerahkan penghargaan koperasi di Kantor Gubernur, Jumat (27/9/19).
 
Wagub menambahkan, agar dapat bersaing, pengurus koperasi juga harus memiliki kemampuan seni mengajak masyarakat untuk bergabung dengan koperasi. Kemampuan ini akan mampu menambah jumlah anggota koperasi sehingga koperasi bisa menjadi lebih besar.
 
"Pengurus koperasi harus memiliki kemampuan menarik masyarakat untuk masuk koperasi dengan memanfaatkan teknologi digital," tambahnya.
 
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Prov Kep Bangka Belitung, Hj Elfiyena mengatakan bahwa penyerahan ini bentuk apresiasi pemerintah terhadap tokoh koperasi dan koperasi yang berhasil mengembangkan koperasi dan UKM. 
 
Pada tahun ada dua tokoh yang mendapatkan penghargaan itu, yakni Bupati Bangka Tengah dan Datok Ramli Sutanegara.
 
Sementara untuk koperasi berprestasi, diberikan kepada Koperasi Simpan Pinjam Tunas Karya Pangkalpinang, Koperasi Bumi Makmur Kab Beltim, dan Koperasi Kelapa Sawit Sejahtera Bersama Kab Babar.
 
"Dengan penghargaan ini diharapkan koperasi di Babel termotivasi untuk bisa lebih berkualitas dan punya daya saing," katanya.
 
Pemberian penghargaan koperasi ini sejalan dengan reformasi total.  Dimana menurutnya, gerakan reformasi total bertujuan untuk menciptakan koperasi berkualitas dan koperasi yang mempu menciptakan unit usaha atau bisnis baru.
 
"Kita fokus dorong koperasi agar berkualitas, bukan kuantitas. Koperasi berkualitas akan mampu mengembangkan bisnis seperti berani ikut lelang pemerintah dan tidak takut bersaing dengan pelaku usaha yang lain.
 
Ditambahkanya, koperasi aktif berkualitas juga menjadi salah satu indikator penerimaaan dana DAK non fisik. Di Babel terdapat 1008 koperasi, terdiri dari 623 koperasi aktif dan 385 koperasi tidak aktif.
 
"Pemprov akan terus dorong koperasi tidak aktif menjadi aktif kembali dan pastinya melaksanakan RAT tiap tahun. Semakin banyak koperasi aktif, semakin besar pula dana DAK non fisik yang akan daerah terima," tambahnya.
 
"Dana DAK tahun 2020, pemprov akan mendapatkan sekitar 2,5 M, sementara Kab/Kota akan menerima sekitar 400 juta, kecuali Belitung dan Basel yang tahun depan tidak mendapatkan," pungkasnya.
Sumber: 
Humas DKUKM
Penulis: 
surianto
Fotografer: 
surianto
Bidang Informasi: 
KUKM