Berita

Atasi Penurunan Penjualan, UMKM Harus Aktif Berjualan Secara Online

Pangkalpinang - Kepala Dinas Koperasi dan UKM Prov Kep Bangka Belitung, Hj Elfiyena menyebutkan, dampak virus corona begitu dirasakan oleh para pelaku UMKM di Babel, terutama usaha mikro kecil yang bergerak di usaha kuliner.
 
"Usaha mikro kecil yang bergerak di kuliner begitu meraskan dampak dari virus ini. Karena penjualan mereka turun hingga rata-rata lima puluh persen keatas," ungkapnya diruang kerjanya di Pangkalpinang, Senin (23/03/2020).
 
Kadis KUKM mengatakan, UMKM yang mengalami penurunan penjualan tersebut yakni para usaha mikro kecil yang sistem penjualanya masih banyak menggunakan sistem penjualan tradisional dan belum menjalankan penjualan online secara aktif.
 
"Yang paling besar penurunan ini yakni mereka yang belum aktif memasarkan secara online. Padahal dalam kondisi seperti ini, masyarakat menghindari tatap muka atau interaksi secara langusung," jelasnya.
 
Menyikapi permasalahan tersebut, pihaknya telah mengarahkan para UMKM yang belum menggunakan sistem penjualan online atau belum aktif untuk segera aktif berjualan secara online serta membangun kemitraan dengan para ojek online.
 
"Kita sudah dorong mereka untuk aktif dan beralih ke online. Selain itu juga mereka harus bangun kemitraan agar penjualan tetap berjalan maksimal. Buat penjualan online yang siap antar, jadi bisa mempermudah masyarakat kita memesannya dari rumah," ucapnya.
 
Hj Elfiyena mengharapkan agar para pelaku UMKM di Babel mulai membiasakan penjualan produknya secara online.
 
"Para UMKM harus membiasakan diri dengan sistem penjualan online ini, agar omset penjualannya tidak turun drastis bahkan bisa naik pada kondisi tertentu seperti saat ini," pungkasnya.
Sumber: 
Humas DKUKM
Penulis: 
surianto
Fotografer: 
surianto
Bidang Informasi: 
KUKM