Berita

Berikan Motivasi bagi Tenaga Pendamping, Kadis KUKM : Tenaga Pendamping Harus Semangat dan Melek IT

Pangkalpinang - Kepala Dinas Koperasi dan UKM Prov Kep Bangka Belitung Hj Elfiyena menginginkan agar tenaga pendamping terus semangat dan disiplin dalam mendampingi koperasi dan UMKM agar bisa naik kelas. Selain itu, tenaga pendamping juga harus melek IT.

"Tenaga pendamping harus semangat, kompak dalam bekerja dan selalu upgrade ilmu dan pengetahuan agar mampu membimbing pelaku usaha yang baru tumbuh menjadi berkembang dan naik kelas," katanya saat memberikan motivasi kepada 29 tenaga pendamping koperasi dan UMKM 2019 di Prov Kep Babel terpilih di Balatkop UMKM di Pangkalpinang, Rabu (16/01) siang.

Hj Elfiyena menegaskan bahwa tugas tenaga pendamping adalah melakukan pendampingan pelaku UMKM demi mendorong berkembangnya UMKM di daerah-daerah.

"Hari ini tugas kalian dimulai. Dan tugasnya untuk membantu meningkatkan pengetahuan pelaku UMKM dampingan dalam rangka mendorong kemajuan UMKM dampingan," tegasnya.

Selanjutnya, Ia mengingatkan bahwa tenaga pendamping harus berkoordinasi dengan Daerah masing-masing di mana mereka ditempatkan. Selain itu juga, tenaga pendamping harus bekerja sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

"Tenaga pendamping harus bekerja sesuai juknis, membuat laporan bulanan, serta mampu mencari pelaku-pelaku usaha yang baru tumbuh untuk didampingi sehingga bisa berkembang," lanjutnya.

Dijelaskan juga, pihaknya tengah memicu masuknya produk UMKM lokal tembus pasar online. Koperasi dan pelaku UMKM harus melek IT agar mampu tembus pasar digital sehingga cakupan pemasaran produk semakin luas. 

Ini juga, ditekankan Hj Elfiyena, menjadi satu tugas penting para tenaga pendamping UMKM. Tenaga pendamping juga harus menguasai IT agar mampu membantu koperasi dan UMKM memasarkan produknya di marketplace yang ada di Indonesia.

 “Mereka harus membantu pelaku UMKM agar bisa paham bagaimana membuat packing yang bagus dan memasarkan produk secara online. UMKM sekarang memang harus menguasai IT. Kita harus bisa menembus pasar global melalui IT,” kata Hj Elfiyena lagi.

Dari 29 orang tenaga pendamping di lulus seleksi ini, diharapkan masing-masing menggiring sedikitnya 30 pelaku UMKM untuk bisa semakin berkembang, mampu memasarkan produk secara online dengan memanfaatkan teknologi informasi.

“Jadi nanti, diharapkan, sekitar setiap tahun ada UMKM yang didampinginya naik kelas, dari mikro ke kecil, kecil ke menengah. Dan akan semakin banyak UMKM yang bisa tembus pasar online atau marketplace,” pungkasnya.

Sumber: 
Humas Dinas KUKM Babel
Penulis: 
Surianto
Fotografer: 
Surianto
Bidang Informasi: 
KUKM