Berita

Dinas Koperasi Gelar Pelatihan Keterampilan Usaha Produktif

Pangkalpinang - Dinas Koperasi dan UKM Prov Kep Bangka Belitung menggelar pelatihan keterampilan usaha produktif di Sun Hotel Pangkalpinang, Selasa (1/10/19).
 
Pelatihan ini diikuti sebanyak 30 orang peserta yang berasal dari pelaku usaha dan BUMDes di Kecamatan Sungai Selan Kab Bangka Tengah. Para peserta ini akan mengikuti pelatihan selama 4 hari, dari tanggal 01-04 Oktober 2019.
 
Kadis Koperasi dan UKM Prov Kep Bangka Belitung Hj Elfiyena menegaskan bahwa legalitas usaha menjadi suatu keharusan karena akan memberikan manfaat bagi pelaku usaha. Untuk itu, pelaku usaha wajib memiliki legalitas usahanya, yakni IUMK (ijin usaha mikro dan kecil).
 
"Legalitas usaha itu penting. Dengan adanya legalitas usaha IUMK, maka pelaku usaha akan mendapatkan manfaat yang besar, seperti kemudahan dalam mengakses Permodalan. dan kemudahan menjalin kerjasama dengan Pihak Lain," tegasnya dihadapan 30 peserta di Sun Hotel, Selasa (1/10/19).
 
Hj Elfiyena menambahkan bahwa aspek perizinan usaha ini akan memberikan kekuatan bagi sebuah usaha di dalam berbagai hal sehingga bisnis tersebut akan memiliki pengakuan dari lembaga lain.
 
"Dengan adanya IUMK, pengakuan dari lembaga lain dan konsumen kita raih sehingga akan menumbuhkan rasa kepercayaan yang lebih terhadap bisnis tersebut. Nah, setelah pelatihan ini segera bikin IUMK untuk usaha kalian," ujarnya.
 
Yurisman Kasi Kelembagaan Dinas Koperasi dan UKM Prov Kep Babel mengatakan bahwa koperasi terbentuk dari sekelompok orang-orang, dengan jumlah minimal 20 orang. Ataupun koperasi juga bisa dibentuk dari berapa koperasi dengan tujuan yang sama.
 
"Koperasi bisa dibentuk dari anggota yang memiliki berbagai usaha. Melalui koperasi, pemasaran produk yang dihasilkan oleh anggota bisa dilakukan secara bersama," katanya.
 
Ditambahkan Yurisman, setiap koperasi memiliki modal usaha. Modal koperasi pada awalnya diperoleh dari simpanan pokok dan simpanan wajib. 
 
"Ini lah modal awal koperasi. Dalam berkoperasi, kita mengumpulkan modal untuk kepentingan bersama. Modal ini akan jadi modal menjalankan unit usaha koperasi," tambahnya.
 
Simpanan pokok itu modalnya berkoperasi. Misalnya, koperasi ingin mendirikan kantin sebagai sebuah unit usaha. Mendirikan kantin dibutuh biaya 20 juta. Biaya ini diperoleh dari modal bersama.
 
"Jumlah anggota yang bentuk koperasi sebanyak 20. Maka simpanan pokoknya 1 juta. Nah, simpanan pokok ini menjadi modal untuk mendirikan usaha kantin tersebut, dan keuntungan dari kantin tersebut untuk kepentingan anggota," jelasnya.
 
Pada kesempatan itu, Ia mencontohkan salah satu koperasi di Babel yang dinilai sukses, yakni Koperasi Bina Tani Sejahtera di Tempilang. Dimana koperasi tersebut beranggotakan petani Inti Plasma. 
 
"Mereka (red, anggota koperasi) cukup berhasil. Karena ada anggota yang dua bulan sekali dapat uang sekitar 20 juta berkat usaha yang dijalankannya. Ini lah contoh koperasi yang berhasil," ujarnya.
Sumber: 
Humas DKUKM
Penulis: 
surianto
Fotografer: 
Miftah - surianto
Bidang Informasi: 
KUKM