Berita

Dinas KUKM Babel Terima Kunker Komisi II DPRD Kab Beltim

Pangkalpinang - Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kep Bangka Belitung menerima kunjungan kerja Komisi II DPRD Belitung Timur diruang rapat Dinas KUKM Babel di Pangkalpinang, Kamis (5/11/20). Kunker yang dipimpin Ketua Komisi II DPRD Belitung Timur Sardidi ini diterima Kabid Pemberdayaan dan Pengembangan Koperasi, Arpandi didampingi Kabid Kelembagaan dan Pengawasan, Sopiar. 
 
Kabid Kelembagaan dan Pengawasan Dinas KUKM, Sopiar mengatakan bahwa budidaya tambak udang di Babel saat ini sedang tumbuh. Peluang budidaya tambak udang yang besar ini harus menjadi peluang yang bisa dimanfaatkan koperasi. 
 
"Koperasi bisa mengambil peluang untuk mengelola tambak udang rakyat bersama anggotanya. Peluang ini besar dampaknya bagi masyarakat dan jangan sampai tambak udang hanya dimanfaatkan oleh perusahaan saja," katanya dihadapan Anggota Komisi II DPRD Beltim.
 
Sopiar menyebutkan bahwa hingaa saat ini jumlah koperasi di Babel mencapai 1079 koperasi dengan koperasi aktif 669. Dimana dari jumlah tersebut terdapat 112 koperasi di Kab Belitung Timur.
 
Terkait pengembangan koperasi untuk mengelola budidaya tambak udang, menurutnya, pihak Dinas Koperasi dan UKM baik provinsi atau Kab/Kota harus membuat profil koperasi yang berpotensi untuk mengembangkan usaha tambak udang.
 
"Dinas harus membuat profil koperasi dan membuat legalitas usahanya untuk memudahkan pengajuan dana ke LPDB serta pemberian pendampingan teknis oleh instansi terkait," tuturnya.
 
Pengembangan usaha tambak bagi koperasi sebagai skala pilot project diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 9 bulan. Hal ini dimulai dengan menyiapkan koperasi, skema bisnis, perjanjian kerjasama dengan mitra, monitoring pengajuan KUR, persiapan lahan, pengarahan teknis, persiapan pilot project, pembangunan tambak dan peresmian tambak skala pilot project.
 
"Butuh waktu sembilan bulan untuk siapkan koperasi jadi pengelola pilot project tambak udang. Karena butuh koordinasi lintas sektor untuk mewujudkan hal tersebut seperti koordinasi dengan KKP dalam pendampingan, LPDB dan bank untuk modal usahanya," tambahnya.
 
Dalam pengembangan tambang udang skala kecil, maka perlu dilakukan persiapan banyak hal seperti status lahan, modal dan SDM. SDM menjadi hal penting demi kesuksesan usaha, dan hal ini dapat dilakukan melalui pelatihan dan magang pelaku koperasi dan anggota di perusahaan-perusahaan tambak udang.
 
"Status lahan harus disiapkan jangan sampai statusnya bermasalah. Untuk kesuksesan usaha tambak udang, kualitas SDM juga harus disiapkan melalui pelatihan kepada koperasi yang mengelola tambak udang. Dan satu hal penting lainnya yakni dukungan DPRD untuk menjalan usaha tambak udang rakyat," pungkasnya.
 
Sementara, Anggota Komisi II DPRD Kab Belitung Timur 
Ismansyah mengatakan usaha tambak udang memiliki potensi dalam menggerakan perekonomian daerah. Potensi tambak udang bisa menjadi peluang ekonomi yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat.
 
"Bagaimana tambak udang khususnya tambak udang rakyat ini menjadi peluang ekonomi yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi di masyarakat. Ini yang ingin kami ketahui dan dorong jadi potensi ekonomi di Beltim," katanya.
 
Ia menambahkan potensi tambak udang juga bisa memunculkan atau mendorong pertumbuhan usaha bagi masyarakat sekitar. Kehadiran tambak udang bisa menumbuhkan usaha lain seperti usaha pengolahan oleh UMKM.
 
"Koperasi bisa menjadi pengelola usaha tambak udang rakyat. Kami ingin melihat peran koperasi yang berkaitan dengan pengolahan tambak udang demi meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat sekitar," tambahnya.
 
Setelah kunker ke Dinas KUKM, rombongan komisi II DPRD Beltim bersama perwakilan Dinas KUKM mengunjungi usaha tambak udang milik H Karim di Ketapang untuk melihat proses dan pengolahan tambak udang.
Sumber: 
Humas DKUKM
Penulis: 
Surianto
Fotografer: 
surianto
Bidang Informasi: 
KUKM