Berita

Dorong UMKM Naik Kelas, Kemenkop UKM Siap Dukung Program Inkubator Wirausaha di Daerah

Pangkalpinang - Pemerintah terus menggalakan berbagai program untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan di Indonesia. Salah satunya melalui program inkubator wirausaha.
 
Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Prov Kep Bangka Belitung Yanuar mengatakan bahwa kehadiran inkubator dapat menumbuhkan kewirausahaan yang dapat menggerakan ekonomi masyarakat. Hadirnya wirausaha baru tentunya juga dapat  menumbuhkan lapangan kerja baru bagi masyarakat.
 
"Inkubator dapat menumbuhkan wirausaha baru. Selain itu melalui inkubator wirausaha dapat mendorong meningkatnya UMKM  naik kelas," katanya saat membuka sosialisasi inkubator tahun 2019 di Hotel Puncak Pangkalpinang, Selasa (9/4/19).
 
Yanuar menyatakan bahwa pemerintah daerah sangat mendukung program inkubator wirausaha yang diprakarsai Kemenkop UKM. Tak hanya itu, pemda juga mengapresiasi berbagai program yang dilakukan Kemenkop UKM dalam mengembangkan SDM di Babel.
 
"Pemprov sangat mengapresiasi atas perhatian dan program yang telah dijalankan Kemenkop UKM dalam mengembangkan UMKM di Babel. Program ini tentunya dapat menumbuhkembangkan UMKM di Babel," ucapnya.
 
Pemerintah pusat dan daerah terus bersinergi dalam menumbuhkan UMKM. Menurut Yanuar, penyediaan tenaga pendamping dan fasilatasi terus dilakukan pemerintah, seperti hadirnya PLUT KUMKM yang merupakan salah satu bentuk sinergi pusat dan daerah. Kehadiran PLUT KUMKM berperan sebagai embrio lahirnya pelaku usaha dan pendampingan dalam rangka meningkatkan daya saing.
 
"PLUT KUMKM menjadi rumah sakit VVIP bagi UMKM. Dengan tujuh konsultan yang dimilikinya, PLUT dapat berperan sebagai pendamping bagi pengembang UMKM di Babel," tuturnya.
 
Yanuar menambahkan sinergi semua pihak seperti pemerintah, LSM, dunia pendidikan, swasta, pengusaha harus terus dilakukan dalam membentuk inkubator wirausahaa guna membangun UMKM. Karena mengembangkan UMKM harus dilakukan secara bersama-sama agar pelaku usaha dapat menghasilkan produk yang berkualitas.
 
"Semua pihak harus bersinergi agar pelaku usaha mampu menghasilkan produk yang berkualitas, mampu mengakses pemodalan dan membangun jaringan pemasaran yang baik," tegas Yanuar.
 
Sebelumnya, Kabid Pengembangan Peran Organisasi Kemasyarakatan Kemenkop UKM, Mas Ayu Nilawati mengatakan, Pemerintah terus mendorong percepatan pembangunan ekonomi dalam menghapus kemiskinan dan mengurangi pengangguran yang salah satunya melalui Perpres Nomor 27 Tahun 2013 tentang Pengembangan Inkubator Wirausaha.
 
Untuk pengembangan inkubator wirausaha, Kementerian Koperasi UKM RI mengeluarkan Permen Kop UKM RI Nomor 24/Per/M.KUM/IX/2015. Dimana pada Bab IV pasal 16 yang menyaratkan setiap Provinsi/Daerah Istimewa terdapat paling sedikit 5 (lima) lembaga inkubator. Sedangkan setiap kabupaten/kota terdapat paling sedikit 1 (satu) lembaga inkubator.
 
"Inkubator wirausaha bagi daerah sangat penting dalam mempercepat penumbuhan wirausaha baru, mengembangkan dan memperkuat usaha yang telah dijalankan oleh wirausahawan guna mendukung produktivitas pelaku ushaa," ungkapnya.
 
Menurutnya, sebgaimana diketahui, dalam pengembangan UMKM terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi baik faktor internal maupun eksternal. Faktor internal itu terkait dengan diri pribadi pelaku usaha seperti manajemen usaha, produksi, maupun pemasaran produknya.
 
Sedangkan faktor eksternalnya yakni keterbatasan mereka dalam mengakses infomasi dan belum mengetahui tatacara eksport produk.
 
"Terkait hal tersebut, pemerintah mendorong daerah untuk memiliki inkubator sehingga dapat membina, memberikan pendampingan dan mengembangkan UMKM menjadi lebih produktif," ujarnya.
 
Kemenkop UKM memiliki banyak program untuk mendukung pengembangan pelaku UMKM seperti program wirausaha pemula, pelatihan SDM, dan inkubator wirausaha.
 
Mas Ayu mengungkapkan bahwa program yang dijalankan tersebut mampu meningkatkan rasio wirausahaan di Indonesia. Sampai akhir 2017, rasio wirausaha meningkat dari 1,65% menjadi 3,1%. Artinya, semangat dan jiwa wirausaha terus tumbuh dan  meningkat.
 
Mas Ayu pun berharap, sejalan dengan Perpres nomor 27 tahun 2013 dan Permenkop UKM nomor 24 tahun 2015, semakin banyak inkubator wirausaha yang muncul dalam mendukung pengembangan UMKM. Dimana saat ini terdata sekitar 100 inkubator, namun tidak semuanya aktif.
 
"Lewat sosialisasi ini, pemerintah pusat siap mensupport munculnya inkubator wirausaha di daerah. Dan munculnya inkubator-inkubator ini dapat mendorong UMKM untuk bisa naik kelas," pungkas Mas Ayu.
Sumber: 
Humas DKUKM
Penulis: 
surianto
Fotografer: 
surianto
Bidang Informasi: 
KUKM