Berita

Era New Normal, UMKM Harus Beralih Ke Digital

Pangkalpinang - Peran UMKM dalam perekonomian global sangatlah strategis, dimana UMKM mampu memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi dan menyerap tenaga kerja.
 
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Prov Kep Babel mengatakan peran UMKM yang strategis ini cukup terdampak ketika terjadinya pandemi Covid-19, khususnya pemasaran yang mengalami penurunan. Oleh sebab itu, pelaku UMKM harus bertranformasi ke dunia digital agar pemasaranya dapat kembali meningkat.
 
"UMKM berperan penting pada ekonomi. Namun disaat massa pandemi Covid-19, UMKM cukup terdampak. Oleh sebab itu, diera ini sudah saatnya UMKM bertransformasi ke digital," kata Hj Elfiyena saat menjadi pembicara pada webinar Bisnis Digital di Era New Normal, Kamis (25/6/20).
 
Selain Kadis KUKM, webinar yang digelar oleh ISB Atma Luhur Pangkalpinang ini menghadirkan CEO dan Founder Ngampooz M. Ainur Rony
 
Pada era pandemi Covid-19, sudah selayaknya UMKM tradisional bertransformasi menjadi UMKM digital. Karena, beberapa UMKM yang sudah digital, lebih mampu bertahan dimasa pandemi.
 
"Pandemi memang menyebabkan terjadinya penurunan penjualan. Namun UMKM yang sudah digital, bisnisnya tetap bisa bertahan dan dapat meminimalisasi dampak dari pandemi ini," tekannya.
 
Melihat kondisi ini, Pemerintah melalui Kemenkop di Pusat dan Dinas KUKM di daerah mendorong UMKM untuk segera melakukan digitalisasi dalam menjalankan pemasaran produknya. Kemenkop siapkan pelatihan untuk digitalisasi bagi UMKM melalui edukukm.id
 
"Pemprov melalui Dinas KUKM akan membantu dan mendorong digitalisasi UMKM melalui pelatihan. Pelatihan seperti ini akan memberikan wawasan kepada pelaku UMKM untuk aktif memasarkan produknya melalui marketplace nasional seperti bukalapak, tokopedia, bli-bli.com, lazada, dan lain-lain," jelasnya.
 
Kadis KUKM Babel, digitalisasi UMKM akan memberikan dampak bagi perkembangan dan kemajuan usaha pelaku UMKM. Selain itu UMKM juga harus mengenali peluang usaha baru di masa pandemi, seperti pembuatan masker kain dan handsanitizer.
 
"Jadi munculnya kondisi “normal baru” saat masa pandemi seharusnya dimanfaatkan UMKM untuk bertransformasi ke saluran digital. Maksimal saluran digital, maka diyakini UMKM akan mampu bertahan dan bahkan berkembang lebih baik lagi," ujar Kadis KUKM Babel
 
Ditambahkannya, bahwa Pemerintah telah mengeluarkan sejumlah skema perlindungan dan pemulihan koperasi-UMKM di masa pandemi. Skema tersebut di antaranya pemberian bantuan sosial, insentif pajak bagi UMKM dengan omzet di bawah Rp 4,8 miliar per tahun, hingga relaksasi dan restrukturisasi kredit bagi koperasi dan UMKM.
 
"Untuk mengurangi dampak bagi KUMKM, pemerintah sudah siapkan lima skema tersebut. Nah, pelaku UMKM yang terdampak dapat memanfaatkan lima skema ini," pungkasnya.
Sumber: 
Humas DKUKM
Penulis: 
surianto
Fotografer: 
ist
Bidang Informasi: 
KUKM