Berita

Gubernur : Sertifikat Halal Komponen Penting bagi Kemajuan Usaha Pelaku UMKM

Pangkalpinang - Gubernur Kep Babel mengatakan sertifikat halal menjadi komponen penting bagi pelaku UMKM Babel. Sertifikat halal dapat menjadi nilai tambah bagi produk UMKM karena memberikan rasa aman dan nyaman bagi konsumen.
 
Demikian disampaikan Gubernur Kep Babel saat menyerahkan sertifikat halal kepada pelaku UMKM di Gedung Mahligai Rumah Dinas Gubernur di Pangkalpinang, Selasa (02/03/21).
 
Sertifikat halal yang diberikan berjumlah total 240 sertifikat halal, dimana 200 sertifikat dibiaya dana APBD melalui Dinas Koperasi dan UKM Prov Kep Babel dan 40 dibiayai dana APBN melalui Disperindag Prov Kep Babel.
 
Gubernur menambahkan, sertifikat halal ini sangat penting bagi UMKM karena manfaatnya begitu besar bagi kemajuan usaha UMKM tersebut. Jika pelaku UMKM belum memilkki sertifikat maka akan merugikan usahanya.
 
"Orang tahu, halal itu tidak haram saja. Namun sertifikat halal ini artinya lebih luas lagi. Ada unsur kebersihan dan higienisnya dalam menjalan produksi produknya. Ini lah yang penting dan berikan kenyamanan bagi komsumen," tambahnya.
 
Ia melanjutkan bahwa negara-negara di dunia yang multi kultur seperti Qatar sangat menginginkan produk yang tersertifikasi halal. Namun, di Indonesia ini belum masif.
 
"Mereka (negara timur tengah. red) sangat berharap sertifikat halal ini. Kedepan Indonesia akan lebih masif menerapkan sertifikat halal produk UMKM. Penerpan ini akan lebih dimudahkan," katanya.
 
Selain sertifikat halal, Ia mengingatkan pelaku UMKM untuk memiliki izin usaha seperti IUMK dan NIB. Ijin usaha ini sebagai legalitas pelaku usaha dalam menjalankan usahanya dan banyak manfaatnya.
 
"UMKM harus ada ijinnya. Manfaatnya banyak, karena program bantuan dan pelatihan akan diprioritaskan bagi pelaku UMKM yang sudah memiliki ijin usahan serta terdata dalam sistem yang ada," ujarnya.
 
Tak hanya itu, pelaku UMKM juga harus mampu memanfaatkan teknologi. Apalagi dimasa pandemi ini, pelaku UMKM harus maksimalkan teknologi komunikasi (HP. red) untuk memasarkan produknya.
 
"Gunakan HP untuk hal yang baik demi kemajuan usahanya. Promosi bisa dilakukan lewat media sosial dan ecommerce," katanya.
 
Pada masa pandemi ini, Erzaldi juga mengingatkan pelaku UMKM untuk terus menerapkan prokes dalam menjalankan usahanya. Pegawainya selalu menerapkan prokes seperti menggunakan masker.
 
"Terapkan prokes ya. Pegawai selalu menggunakan masker demi kesehatan bersama," pungkasnya.
Sumber: 
Humas DKUKM
Penulis: 
surianto
Fotografer: 
surianto
Bidang Informasi: 
KUKM