Berita

Kadis KUKM Inginkan Koperasi Di Babel Beralih Ke Digital

Pangkalpinang - Kepala Dinas Koperasi dan UKM Prov Kep Bangka Belitung, Hj Elfiyena mendorong pelaku dan pengurus koperasi untuk segera beralih kedigital dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Karena digitalisasi koperasi akan memperluas jaringan dan memudahkan berjalannya bisnis koperasi
 
"Kawinkan berbagai aktivitas bisnis koperasi dan teknologi informasi akan menghasilkan koperasi yang lebih kompetitif dan modern. Ayo koperasi di Babel untuk beralih ke digital atau berbasis digital," katanya dihadapan 130 peserta webinar harkopnas ke-73, Selasa (28/7/20).
 
Selain digitalisasi, Ia menekan agar para pengurus koperasi untuk melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT). RAT koperasi sangat penting untuk kemajuan dan sebagai penanda keaktifan koperasi.
 
"Koperasi di Babel harus RAT. RAT ini penting karena petanda koperasi kita itu aktif," tegasnya.
 
Selanjutnya Hj Elfiyena menyebutkan bahwa pemberdayaan koperasi akan dilakukan melalui optimalisasi pembinaan baik oleh Dinas Koperasi dan UKM maupun pendamping, melakukan fasilitasi kemitraan koperasi, memperluas akses terhadap sumber permodalan.
 
"Ya kedepan kita akan maksimal pembinaan dan pendampingan, perluas akses pembiayaan, membangun kemitraan, memperluas akses koperasi terhadap pemasaran dan memberikan pelatihan vocatioanal bagi pengurus koperasi," sebutnya.
 
Terkait pelatihan bagi koperasi, Hj Elfiyena menambahkan bahwa kedepan akan banyak pelatihan untuk koperasi. Untuk itu, pengurus koperasi harus mampu menarik masyarakat dan pelaku UMKM untuk masuk menjadi anggota koperasi. Selain itu, para pendamping juga bisa mengajak pelaku UMKM untuk berkoperasi.
 
"Diharapkan pelaku UMKM, petani untuk menjadi anggota koperasi. Karena kedepan akan banyak pelatihan bagi koperasi dan anggota agar petani dan pelaku UMKM yang menjadi anggota akan semakin berkembang dan maju," tambahnya.
 
Lebih lanjut, Ia mengatakan bahwa pihaknya akan mendorong koperasi untuk bisa melakukan ekspor komoditas yang diproduksinya atau anggota koperasi. Misalnya, koperasi petani sawit, bisa didorong untuk melakukan ekspor lidi sawit keberbagai negara tujuan ekspor di timur tengah dan asia selatan.
 
"Koperasi petani sawit diharapkan bisa ekspor lidi sawit dengan bendera koperasi. Ini kita dorong bahwa koperasi juga bisa ekspor sama seperti perusahaan atau CV," ujarnya.
Sumber: 
Humas DKUKM
Penulis: 
surianto
Fotografer: 
surianto
Bidang Informasi: 
KUKM