Berita

Kadis KUKM Tegaskan BPUM itu Bantuan Hibah dan Tidak Ada Pemotongan

Pangkalpinang - Kepala Dinas Koperasi dan UKM menegaskan bahwa Bantuan bagi Pelaku Usaha Mikro (BPUM) yang diberikan kepada pelaku usaha mikro itu merupakan bantuan hibah dari pemerintah.
 
"BPUM itu hibah dari pemerintah dan tidak dikembalikan lagi," tegasnya di Pangkalpinang, Jumat (11/9/20).
 
Ia menjelaskan bahwa saat ini dibeberapa daerah beredar informasi yang salah dimasyarakat terkait implementasi BPUM. Untuk itu, pihaknya kembali menginformasikan bahwa BPUM itu bantuan hibah bagi pelaku usaha mikro dan tidak ada kewajiban pengembalian.
 
"BPUM sebesar 2,4 Juta itu untuk pelaku usaha mikro yang sifatnya hibah. Jadi tak ada kewajiban mengembalikan dana yang diterima tersebut serta tidak ada pemotongan," jelasnya.
 
Ditambahkannya, BPUM dapat diusulkan oleh pihak kementerian, lemabaga, dinas, PNM dan Pegadaian serta Koperasi. Koperasi bisa mengusulkan anggotanya.
 
"Itu yang bisa mengusulkan BPUM. Di luar itu tidak ada ya," tambahnya.
 
Terkait data penerima BPUM, Ia mengatakan bahwa data yang diusulkan oleh pengusul diolah dengan sistem dan melibatkan banyak unsur terkait di pusat. Kemenkop UKM dan tim akan melakukan cleansing, validasi dan verifikasi penerima BPUM.
 
"Itu prosesnya. Diluar itu, tidak ada pihak yang benar-benar bisa menentukan secara mutlak. Jadi masyarakat jangan percaya bila ada pihak yang menjamin dan bisa mengurus melalui jalan pintas," ucapnya.
 
Bagi calon penerima BPUM terpilih, konfirmasinya akan disampaikan melalui SMS dari pihak bank penyalur. Setalah mendapatkan sms tersebut, Pelaku uasaha mikro diharapkan melakukan verifikasi ke bank.
 
"Jadi nanti akan mendapatkan SMS dari pihak Bank, dan pihak perbankan dapat meminta surat pernyataan sebagai pelaku usaha mikro untuk menghindari kemungkinan program salah sasaran," katanya.
 
Setalah itu, dana BPUM akan langsung dikucurkan ke rekening penerima. Adapun bank penyalur dana BPUM yakni BRI dan BNI.
 
"Itu lah prosesnya. Dan diharapkan dengan adanya informasi ini bisa menghindarkan kerugian bagi masyarakat dan masyarakat terhindar dari penipuan," pungkasnya.
Sumber: 
Humas DKUKM
Penulis: 
Surianto
Fotografer: 
surianto
Bidang Informasi: 
KUKM