Berita

Lima Skema Perlindungan dan Pemulihan UMKM di Tengah Pandemi Covid-19

Pangkalpinang - Gubernur Kep Bangka Belitung Erzaldi Rosman 
mengatakan terdapat lima langkah skema membantu UMKM di Babel bertahan tengah pandemi Covid-19. Kelima skema tersebut sebagai upaya pemerintah dalam memberikan perlindungan dan pemulihan bagi UMKM di Babel.
 
"Kita siapkan lima skema. Skema pertama, yakni menggelorakan gerakan ayo beli produk UMKM. Gerakan ini dilakukan dengan mendorong ASN di lingkup Pemprov Kep Babel untuk membeli produk UMKM secara online," katanya saat melakukan dialog dengan pelaku UMKM Babel melalui zoom meeting, di Pangkalpinang, Rabu (6/05/20).
 
Pertemuan secara online ini diikuti sebanyak 80 pelaku UMKM. Pertemuan ini sebagai bentuk perhatian pemerintah untuk memberikan semangat dan kiat sukses, kreatif, dan inovatif jualan online di tengah pandemi Covid-19.
 
Menurut Gubernur Erzaldi, gerakan ayo belanja produk UMKM bagi ASN merupakan upaya pemprov Babel agar UMKM di Babel mampu bertahan. Dipilihnya ASN karena ASN dinilai sebagai profesi yang relatif stabil dalam membantu menggerakan ekonomi masyarakat khusunya UMKM.
 
Selain itu, Pemprov juga sudah mendata keberadaan UMKM yang dilakukan secara online. Pendataan secara online ini bisa dilakukan oleh UMKM sendiri dan datanya diterima langsung oleh Kementerian.
 
"UMKM kita dorong agar bisa daftar kartu pra kerja. Kartu ini banyak manfaatnya bagi UMKM. Data ini sebagai acuan bagi pemerintah dalam mengambil langkah selanjutnya. UMKM yang sudah terdaftar bisa masuk sebagai kategori penerima bansos nontunai, sembako, atau subsidi listrik," jelasnya.
 
Ditambahkanya, Pemprov Kepulauan Babel juga sudah mengambil langkah pasca pandemi karena UMKM adalah garda terdepan pergerakan ekonomi. Skema yang kedua, yakni insentif pajak bagi UMKM dengan omset dibawah 4,8 miliar pertahun yakni menurunkan PPh final untuk UMKM dari 0,5% menjadi 0% selama enam bulan (April-September 2020). 
 
Sementara Skema ketiga yaitu relaksasi dan restrukturisasi kredit bagi pelaku UMKM seperti KUR, UMi, PNM Mekaar, dan LPDB Relaksasi dan restrukturisasi merukan penundaan angsuran bagi pelaku UMKM.
 
"Jika ada kendala dalam hal ini, tolong informasikan ke dinas terkait agar bisa dikoordinasikan dengan pihak perbankannya," ujarnya.
 
Adapun skema keempat yaitu memberikan perluasan modal kerja bagi 23 juta UMKM yang belum terhubung dengan lembaga pembiayaan/perbankan. Sedangkan yang kelima, menurut Gubernur yakni pemasaran. Pemasaran produk UMKM tidak senormal biasanya, dan pemerintah melalui Kemenko juga sudah membuat kerjasama dengan BUMN untuk menjadi offtaker terhadap produk UMKM.
 
"Kebijakan BUMN sebagai penyerap (offtaker) terhadap produk yang dihasilkan UMKM, dilakukan agar serapan baik produk UMKM tetap baik. Dan kita siapkan produk UMKM agar bisa dikurasi oleh Dinas KUKM sehingga bisa diterima oleh pihak BUMN," sebutnya.
 
Selain menyampaikan lima skema tersebut, Gubernur juga mengingatkan agar UMKM di Babel terdaftar dalam kartu prakerja atau terdata secara online. Selain itu, UMKM juga harus tetap semangat dan kreatif dalam menjalankan bisnisnya serta gencar melakukan pemasaran secara online.
 
"Pelaku UMKM di masa pandemi Covid-19 ini harus tetap semangat dan kreatif. UMKM harus 'kawa' agar bertahan dan mampu mengambil kesempatan agar bisa lebih maju dan bisa lebih maju lagi dari sebelumnya," pungkas Gubernur.
Sumber: 
Humas DKUKM
Penulis: 
surianto
Fotografer: 
ist
Bidang Informasi: 
KUKM