Literasi Digital Dorong UMKM Naik Kelas

Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu sektor yang memberikan kontribusi pada pertunbuhan ekonomi. Kontribusi UMKM terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia menunjukkan angka yang signifikan, yakni mencapai 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). 
 
Di Indonesia sampai tahun 2018 terdapat sekitar 58,97 juta UMKM dengan rincian jumlah usaha mikro ada sebanyak 58,91 juta unit, usaha kecil 59.260 unit dan usaha besar 4.987unit. Dari jumlah tersebut, sektor UMKM mampu menyerap tenaga kerja 116,73 juta orang atau 97,02% dari total angkatan kerja yang bekerja.
 
Pada era yang serba digital seperti saat ini, sektor UMKM dituntut mampu memanfaatkan teknologi digital. Karena bisnis dan penjualan produk banyak dilakukan secara online dan e-commerce. Hasil riset dari Statista (2017), bahwa pemanfaatan teknologi digital dalam penjualan dengan e-commerce pada tahun 2017 lalu mencapai Rp 102 triliun. Melihat hal tersebut, potensi pasar dengan e-commerce sangat besar, khususnya bagi UMKM. 
 
Bagaimana dengan UMKM, apakah UMKM sudah banyak yang menggunakan teknologi digital dan e-commerce. Berdasakan data BPS tercatat 3,79 juta pelaku UMKM yang telah memanfaatkan teknologi digital atau bisnis e-commerce. Kebanyakan pelaku UMKM memanfaatkan platform market place utama yang ada di tanah air, seperti Tokopedia, bukalapak, blibli, lazada dan shopee. 
 
Melihat data tersebut, masih banyak UMKM yang belum memanfaatkan teknologi digital. Itu berarti, literasi digital mayoritas pelaku UMKM masih rendah. Masih rendahnya literasi digital terhadap UMKM menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah untuk mendorong UMKM naik kelas. Literasi digital dan e-commerce pelaku UMKM perlu ditingkatkan. Karena itu pemerintah terus melakukan upaya peningkatan literasi digital melalui program secara massif dan melibatkan berbagai pihak.
 
Apasih literasi digital tersebut? Menurut Potter, literasi digital adalah ketertarikan, sikap, dan kemampuan individu dalam menggunakan teknologi digital dan alat komunikasi untuk mengakses, mengelola, mengintegrasikan, menganalisis dan mengevaluasi informasi, membangun pengetahuan baru, membuat dan berkomunikasi dengan orang lain agar dapat berpartisipasi secara efektif dalam masyarakat (Potter, 2005:22).
 
Berdasarkan konsep ini, usaha pemerintah untuk meliterasi masyarakat berbasis digital berarti tidak sekadar mengenalkan media digital, tetapi juga menyinergikan dengan kegiatan yang berujung pada peningkatan produktivitas UMKM sehingga bisa naik kelas atau naik level.
 
Pemerintah dan semua stakeholder perlu membangun literasi digital pelaku UMKM secara masif. Hal ini dilakukan agar mereka mampu memanfaatkan peluang yang besar dari teknologi digital.  Demi meningkatkan literasi digital pelaku UMKM, pemerintah baik pusat maupun daerah terus membangun literasi digital dengan berbagai program. Dipusat, Kemenkop dan UKM serta Kemkominfo bersama platform e-commerce telah memberikan sosialisasi dan pelatihan tentang pemanfaatan e-commerce ke berbagai daerah.  
 
Sementara, di Provinsi Kep Babel, pemda juga telah melakukan sosialisasi dengan berbagai platform e-commerce. Selain sosialisasi, pemerintah dan berbagai pihak terkait memberikan fasilitasi, pelatihan, pendampingan dan kemudahan akses dalam pemasaran secara digital. 
 
Literasi digital bagi UMKM harus terus diupayakan. Sosialisasi, fasilitasi, penyediaan informasi dan pelatihan tentang teknologi digital dan e-commerce harus terus dilakukan. Karena dengan teknologi digital menjadi sebuah peluang bisnis bagi UMKM untuk berkembang dan naik kelas. 
 
Membangun literasi digital pelaku UMKM tidah hanya pada aspek kognitif saja namun harus sampai pada aspek keterampilan sehingga UMKM bisa maju atau dengan kata lain UMKM ‘Naik Kelas’. Peningkatan literasi digital dilakukan dengan pengenalan teknologi dan peningkatan kemampuan teknis seperti kemampuan mengakses, mengintegrasikan, menganalisis informasi, membuat foto yang menarik dan bagaimana memasarkannya.
 
Peningkatan literasi seperti ini dilakukan agar UMKM naik kelas sehingga bisa menjadi katalis pertumbuhan ekonomi dan bisnis yang signifikan. Karena pelaku usaha dengan literasi digital yang baik akan memahami cara-cara memasarkan produk dengan tepat sesuai target pasar dan mampu berkomunikasi kepada konsumen dengan baik.
 
Literasi digital dan teknologi digital bukan menjadi hal yang harus ditakutkan, namun memahami literasi digital justru menjadikan pelaku UMKM mampu berdaya saing. Dengan teknologi digital potensi profit ekonomi UMKM sangat besar karena pendapatan bisa meningkat hingga 80%, dan penambahan jumlah tenaga kerja sampai 50%. Selain itu, dengan memanfaatkan teknologi digital dan bergabung dengan  platform digital, UMKM memiliki kesempatan yang lebih besar untuk memasarkan produknya dengan jangkauan yang lebih luas dan menghemat biaya iklan.
 
Pemerintah selaku pemangku kebijakan harus menyedia dan memberikan pendidikan literasi digital bagi UMKM sehingga tujuan pemerintah mendorong UMKM naik kelas bisa semakin cepat tercapai. Dengan adanya tingkat literasi UMKM yang baik, maka UMKM bisa Naik Kelas dan sektor ini dapat menyumbangkan kontribusi yang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Penulis: 
Surianto
Sumber: 
Tulisan ini dimuat di HU Bangka Pos tanggal 22 Agustus 2019