Berita

Pelaku UMKM Belajar Pewarnaan dan Finishing Kerajinan Lidi Nipah

Pangkalpinang - Pelaku UMKM Babel belajar melakukan pewarnaan dan penyelesaian akhir (finishing) produk kerajinan lidi nipah. Proses ini menjadi salah satu hal penting dalam menghasilkan kerajinan anyaman lidi nipah yang berkualitas.
 
Demikian disampaikan Waluyo, Tutor dari Apikri Yogyakarta di Hotel Sun Pangkalpinang, Kamis (24/9/20).
 
Dijelaskan Waluyo, pewarnaan bisa dilakukan sebelum proses anyaman dan setelah proses anyaman selesai. Pada sebelum proses anyaman, lidi nipah terlebih dahulu diberi warna.
 
"lidi diberi warna sebelum dianyam. Perwarnaan lidi dilakukan dengan memasukan lidi kedalam wadah yang diberikan cat sehingga kita bisa lebih hemat cat," jelasnya.
 
Sedangkan setelah anyaman selesai, prosesnya lidi diberikan cat dengan menggunakan kuas atau disemprot. Bisa juga dimasukan dalam wadah berisi cairan car.
 
"Bisa dicat dengan kuas atau disemprot. Untuk anyaman yang kecil bisa langsung dicelupkan kedalam wadah yang berisi cat," ujarnya.
 
Dari pantauan dilapangan, Pelaku UMKM yang mendapatkan pelatihan kerajinan lidi nipah terlihat sibuk menyelesaikan kerajinan yang mereka buat. Hiasan dinding, kerajinan  bingkai cerminan kaca, karpet, hiasan lampu, dan vas bunga.
 
Waluyo menambahkan, untuk menghasilkan kerajinan anyaman yang halus, ada kalanya anyaman tersebut dibakar dengan api yang kecil secara perlahan untuk menghilangkan bulu-bulu halus dari lidi.
 
Setelah proses ini selesai, Waluyo menambahkan anyaman tersebut diberikan lem. Fungsi lem ini agar anyaman tersebut menjadi kuat dan ikatannya tidak kendor.
 
"Kalau sudah dikasi lem, anyaman tersebut dijemur hingga kering. Setelah itu, anyaman diangkat dan dilakukan quality control. Jika quality control nya selesai dan kerajinan dinyatakan baik, maka kerajinan tersebut pun siap dipasarkan," pungkasnya.
Sumber: 
Humas DKUKM
Penulis: 
surianto
Fotografer: 
surianto
Bidang Informasi: 
KUKM