Berita

Pemerintah Dukung UMKM Eksis dan Mampu Beradaptasi Pada Masa Pandemi

Pangkalanbaru - Sebanyak 60 UMKM Babel mengikuti pelatihan pelatihan kewirausahaan Peningkatan Akses Pasar berbasis ekspor dan pelatihan strategi penguatan bisnis wirausaha di Hotel Santika Bangka.
 
Deputi Pengembangan SDM Kemenkop UKM, Arif Rahman Hakim mengatakan bahwa pelaku UMKM harus optimis walau sedang dalam situasi pandemi. UMKM juga harus terus mencari peluang agar bisa eksis dimasa pandemi.
 
"UMKM harus optimis dan semangat serta terus mencari peluang agar bisa eksis, berkembang dan beradaptasi di masa pandemi," katanya saat membuka pelatihan kewirausahaan Peningkatan Akses Pasar berbasis ekspor dan pelatihan strategi penguatan bisnis wirausaha di Hotel Santika Bangka, Rabu (14/10/20).
 
Deputi Pengembangan SDM menyatakan bahwa pemerintah terus mendukung UMKM untuk bisa eksis. Dukungan ini diberikan melalui pelatihan seperti hari ini. Hal ini juga bertujuan untuk meningkatkan semangat serta menumbuhkan kewirausahaan di Indonesia.
 
"Saat ini jumlah wirausaha masih rendah, sekitar 3.3 persen. Kami punya target pada tahun 2024 bisa tumbuh menjadi 3.9 persen atau setidaknya ada pertumbuhan 500 wirausaha setiap tahunnya," ujarnya.
 
Ia menambahkan, dimasa pandemi Covid-19 seperti saar ini pelaku UMKM Babel untuk tetap semangat dan terus mencari peluang, informasi dan berinovasi. 
 
"Pelaku UMKM sebagai pengusaha harus mencari peluang. Jangan mau kalah dengan burung dimana jam 5 pagi sudah terbang. Pelaku UMKM harus giat dalam mencari peluang tersebut," ucapnya.
 
Arif Rahman mencontohkan, dalam hal perluasan pasar produk UMKM, pelaku bisa mengikuti belanja pemerintah. Banyak belanja pemerintah yang menjadi peluang bagi UMKM untuk memperluas akses pasar.
 
"Ada 2000 T belanja pemerintah dimana sekitar 7 T belanja tersebut bisa menjadi peluang bagi pelaku usaha kecil. Kalau kita bisa merebut 0,01 persen saja sudah berapa miliar yang bisa diraih. Pelaku bisa masuk dalam pengadaan lewat aplikasi bela pengadaan," tuturnya.
 
Ditambahkanya, pihaknya juga melakukan program kemitraan melalui BUMN dan para penggiat pelaku umkm. Selain itu, pelaku UMKM dan koperasi juga bisa membangun  kemitraan. 
 
"Ini bagian dari upaya kita untuk memperluas pasar. Karena bisnis itu membangun jaringan dan kemitraan," tambahnya.
 
Selain itu, pelaku UMKM harus bisa membuat rencana bisnis. Rencana bisnis yang baik bisa ditawarkan ke berbagai lembaga keuangan untuk mendapatkan bantuan modal kerja.
 
"Tawarkan rencana bisnisnya apa,  kalau bisnis plannya baik maka pihak lembaga keunagan berani membiayai usaha pemula," katanya.
 
Bentuk dukungan lain pemerintah, menurutnya, pemerintah melalui Kemensos dan Kemenkop memberikan bantuan hibah bagi pelaku usaha yang hampir jatuh. Pelaku usaha mikro yang terdampak dan memiliki kendala diberikan bantuan bansos atau banpres.
 
"Pelaku usaha mikro yang terdampak diberikan banpres sebagai bantuan modal kerja. Banpres ini sebagai bukti atau bentuk kehadiran pemerintah bagi UMKM," ucapnya.
 
Tak hanya itu, Kemenkop UKM juga telah bekerja sama dengan Master Card Indomesia dengan menghadirkan micromentor Indonesia. Kehadiran ini sebagai upaya pemerintah dalam penguatan dan pengembangan digitalisasi UMKM.
 
"Kita berikan penguatan dan pengembangan UMKM dengan mendorong UMKM masuk dalam ekosistem digital sehingga bisa mempercepat proses digitalisasi UMKM," pungkasnya.
Sumber: 
Humas DKUKM
Penulis: 
surianto
Fotografer: 
surianto
Bidang Informasi: 
KUKM