Pemprov Babel Fasilitasi 150 Sertifikasi Halal Bagi Pelaku UKM

Manggar - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus mendorong pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) untuk mendapatkan sertifikasi halal. Salah satunya adalah pada tahun 2017 ini pemprov memfasilitasi 150 sertifikasi halal bagi pelaku UKM. Kebijakan ini menjadi upaya dalam meningkatkan kunjungan wisatawan muslim di Babel.
 
"Sertifikasi halal ini penting untuk memberikan perlindungan terhadap wisatawan dalam mengkonsumsi makanan. Sertifikasi halal akan mempermudah produk dalam negeri menyasar masyarakat ASEAN seperti Malaysia dan Thailand," ucap Hj Elfiyena Kadis Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Kep Bangka Belitung saat membuka Kegiatan Fasilitasi Sertifikat Halal di aula Dinas Dukcapil Kab Beltim, Kamis (2/11/17).
 
Kegiatan fasilitasi sertifikat halal di Kab Belitung Timur ini diikuti sebanyak delapan belas pelaku UKM. Kegiatan ini merupakan yang roadshow Dinas KUKM untuk memfasilitasi sertifikasi halal ke tujuh Kab/Kota di Bangka Belitung. Sehari sebelumnya (1/11/17), kegiatan ini telah diadakan di Tanjung Pandan Belitung.
 
Kunjungan wisatawan ke Belitung semakin meningkat. Menurut Hj Elfiyena, hal ini merupakan sebuah peluang bagi pelaku UKM dalam menyediakan produk yang halal. Karena kehalalan suatu produk menjadi urusan yang penting dalam dunia pariwisata. Produk yang tersertifikasi halal tentunya secara tidak langsung akan memberikan nilai tambah dan menunjukan kualitas produknya. 
 
"Produk atau rumah makan bersertifikasi halal akan memberikan kemudahan para wisatawan muslim dalam memenuhinya. Untuk itu, pelaku UKM harus meningkatkan kemampuannya dalam memproduksi dan memperdagangkan produk halal sesuai syatiat islam. Meningkatnya produk halal juga akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat," tuturnya.
 
Hj. Elfiyena menambahkan bahwa pemerintah berkomitmen untuk mendukung kemajuan produk UKM. Komitmen ini ditunjukan dengan adanya rencana pemerintah membuka pusat kuliner di Belitung dan Beltim. Pusat kuliner ini nantinya akan diisi oleh produk-produk UKM.
 
"Produk UKM yang telah tersertifikasi halal ini lah nantinya yang akan menempati pusat-pusat kuliner tersebut," tambahnya.
 
Sementara itu, Zayadi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bangka Belitung menyambut baik apa yang dilakukan Pemprov Babel dalam mendukung kemajuan UKM di Babel. Fasilitasi untuk sertifikasi produk halal ini harus dimanfaatkan pelaku UKM dengan sebaik-baiknya.
 
"Alhamdulillah pemprov mensubsidi sertifikasi halal bagi pelaku UKM. Ini suatu kebijakan yang perlu kita apresiasi," ujar Zayadi.
 
Zayadi menyatakan bahwa produk halal itu sebagai suatu keharusan. Hal ini sesuai dengan ajaran Islam dan amanat UU No 33 tahun 2014. Kalau UU ini sudah berlaku efektif, semua UKM dan produk-produk harus sudah memiliki sertifikasi halal.
 
"Pada tahun 2019, tidak boleh ada lagi produk yang beredar di masyarakat tanpa lebel halal.
 
Ketua MUI Babel menuturkan bahwa untuk mendapatkan sertifikasi halal tidak lah susah. Pelaku UKM mendaftarkan produknya untuk dapat di audit oleh tim auditor LPPOM MUI. Nanti tim auditor akan mengecek bahan-bahan yang digunakan dalam membuat produk tersebut.
 
"Saya anjurkan agar pelaku UKM segera melakukan sertifikasi halal agar produknya halalan toyyiban, ujarnya.
Sumber: 
Dinas KUKM
Penulis: 
Surianto
Fotografer: 
Surianto
Bidang Informasi: 
KUKM