Berita

Pemprov Siapkan Halaman Strategis Produk Lokal di Market Place Nasional

Pangkalpinang - Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kep Babel Hj Elfiyena menerima kunker Komisi II DPRD Belitung di Ruang Rapat Dinas KUKM di Pangkalpinang, Jumat (28/8/20).
 
Kunker ini dihadiri Wakil Ketua II DPRD Belitung Hendra Pramono, Ketua Komisi II DPRD Belitung Taufik Rizani beserta anggota komisi II DPRD Belitung.
 
Kepala Dinas KUKM Babel menyampaikan bahwa pandemi Covid-19 mempengaruhi pelaku UMKM Babel dan terdata sebanyak 9817 pelaku UMKM yang terdampak Covid-19. Pemerintah pusat memberikan lima progran stimulus untuk membantu koperasi dan umkm, seperti program ayo beli produk UMKM, restrukrisasi kredit, mempermudah akses pembiayaan, kartu prakerja dan keringanan pajak serta bantuan langsung tunai.
 
"Pemerintah membantu pelaku UMKM melalui lima program stimulus. Pemerintah juga membantu promosi produk UMKM agar tidak mengalami penurunan yang drastis melalui gerakan ayo beli produk UMKM dan galery PLUT KUMKM Babel agar UMKM tetap bisa bertahan ditengah masa pandemi," katanya.
 
Berbagai program lain juga disiapkan guna membantu pelaku usaha. Misalanya, Program Kakak Asuh dan Adik Asuh, program pelatihan secara daring dan Banpres.
 
"Banyak program yang bisa diikuti dan dimanfaatkan pelaku usaha. Kita mendorong mereka untuk memanfaatkan ini. Kita juga pernah mendorong agar BUMN seperti PT Timah melibatkan UMKM untuk memproduksi masker kain," tambahnya.
 
Terkait Banpres, Dinas KUKM Provinsi terus melakukan koordinas ke Dinas Kab/Kota dalam melakukan pendataan usaha mikro yang unbankable. Hingga saat ini sudah ada 31.851 usaha mikro yang terdata dan dikirim ke Kemenkop UKM untuk dilakukan proses cleansing dan validasi.
 
"Data usaha mikro untuk Banpres sudah masuk ke kita dan sudah diajukan untuk di cleansing dan divalidasi Kemenkop UKM. Untuk Belitung sendiri datanya ada sekitar 2000-an dan sudah dikirim," ujarnya.
 
Tak hanya itu, pemerintah juga mendorong pelaku UMKM untuk mengakses KUR melalui perbankan penyalur. Hingga saat ini dana KUR yang diserap di Babel baru mencapai 401 Milyar.
 
"Saya mohon bantuan kepada para anggota DPRD Belitung dapat mendorong pelaku usaha untuk mengakses dana KUR. UMKM yang ingin mengakses KUR diharapkan dapat dimasukan dalam SIKP," pintanya.
 
Selain itu, pihaknya akan mengupayakan untuk mendorong agar produk UMKM Babel memiliki halaman strategis di market place nasional. Program ini dilakukan dengan memanfaatkan dana DID (Dana Insentif Daerah) yang dimiliki Pemprov Babel.
 
"Kami siap berikan support agar produk UMKM lokal ada dihalaman strategis market place sehingga produk UMKM Babel bisa diketahui pasar dan mampu menarik konsumen. Ini akan kami eksekusi pada Bulan September nanti," ucapnya dihadapan Anggota Komisi II DPRD Belitung.
 
Sementara, Wakil Ketua DPRD Belitung Hendra Pramono memberikan apresiasi atas apa yang dilakukan Dinas KUKM Babel dalam mengumpulkan dan pengajuan data Banpres dan program untuk UMKM.
 
"Kami apresiasi atas apa yang dilakukan. Dari pertemuan ini, nanti akan kami sampaikan kepada masyarakat terkait program stimulus, PEN dan halaman strategis market place tersebut," katanya.
 
Terkait KUR, Ia akan menyampaikan informasi yang didapat kepada masyarakat. Agar masyarakat yang membutuhkan KUR atau pembiayaan dapat mengakses dana tersebut untuk memajukan usahanya.
 
"Tadi dana KUR itu disiapkan mencapai 190 triliun. Kita coba dorong masyarakat untuk bisa akses dana KUR dan terdaftar di SIKP Kemenkeu," ucapnya.
 
Pada saat ini, Komisi II DPRD Belitung mengharapkan agar koperasi ilegal yang ada dan memberatkan masyarakat dapat ditindak.
 
"Kami harap ada tindakan yang dilakukan pihak dinas provinsi dan kab untuk menindak koperasi ilegal yang ada. Karena ini sangat memberatkan masyarakat," pungkasnya.
Sumber: 
Humas DKUKM
Penulis: 
surianto
Fotografer: 
surianto
Bidang Informasi: 
KUKM