Pentingnya Media Sosial Bagi Promosi Produk UMKM

Perkembangan media sosial yang begitu pesat, nyatanya telah membawa perubahan pada masyarakat kita. Era baru yang mana semuanya serba digital ini telah merubah perilaku kita dalam berkomunikasi, interaksi, dan mengelola informasi. Tak sedikit diantara kita menghabiskan waktunya pada  aktivitas dimedia sosial. Perubahan tak hanya pada cara komunikasi, tetapi juga terjadi dalam melakukan penjualan/pembelian suatu produk. 
 
Media sosial sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Hal ini terbukti dengan makin bertambahnya jumlah pengguna internet dan media sosial di Indonesia. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatat angka pengguna internet Indonesia 2016 yang mencapai 132,7 juta. Menurut survei, Facebook berada di posisi pertama sebagai media sosial yang paling banyak penggunanya di Indonesia dengan 71,6 juta pengguna (54 persen). Instagram ditempat kedua dengan jumlah pengguna mencapai 19,9 juta (15 persen), diikuti dengan Youtube diperingkat ketiga YouTube dengan mengantongi 14,5 juta (11 persen) pengguna.
 
Melihat pengguna media sosial yang besar, tentunya ini menjadi peluang bagi pelaku UMKM untuk mempromosikan produknya. Dimana pada saat ini, 84 persen pembeli barang mengetahui informasi tentang produk dari jejaring media sosial. Dari fakta-fakta ini menunjukan pemasaran suatu produk pada era digital lebih banyak dipromosikan menggunakan media sosial.
 
Sebagai mana diketahui, geliat pertumbuhan UMKM di Indonesia semakin meningkat dalam lima tahun terakhir. Begitu juga dengan di Babel, saat ini jumlah UMKM di Babel mencapai 225.401 UMKM. Hal ini menunjukan bahwa UMKM itu tumbuh begitu pesat. Jumlah UMKM yang banyak ini menjadikan UMKM memiliki peran yang strategis dalam menggerakan perekonomian. UMKM mampu memberikan kontribusi 60,34 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Tak hanya itu, sektor UMKM juga mampu menyerap tenaga kerja dengan tumbuh dari 96,99 persen menjadi 97,22 persen dalam periode lima tahun terakhir.
 
Banyaknya UMKM tentu menyebabkan persaingan yang semakin ketat dalam meraih pasar global. Hal ini tak lain karena produk UMKM sangat dibutuhkan dan diminati oleh masyarakat. Namun sayang, produk UMKM yang begitu banyak belum semuanya dikenal oleh masyarakat luas. Penyebabnya tak lain adalah kurangnya atau minimnya promosi bagi UMKM. Untuk itu, promosi dengan menggunakan media sosial menjadi salah satu solusi untuk mendukung pemasaran produk UMKM.
 
Media sosial menjadi sarana promosi yang cukup efektif dalam era digital. Mengapa demikian? Karena dalam mempromosikan sebuah produk dengan memanfaatkan media sosial (media digital), pelaku UMKM bisa menjangkau konsumen secara cepat, tepat waktu, pribadi, relevan serta paling jauh menjangkau konsumen. Tak hanya itu, promosi melalui media sosial juga diannggap paling murah dibandingkan dengan memanfaat media lain seperti media cetak, elktronik, atau media luar ruangan. Namun, agar promosi tersebut bisa efektif, maka pelaki UMKM harus memiliki strategi yang disesuaikan dengan media sosial yang digunakannya.
 
Strategi Media Sosial Untuk Promosi
Dalam era digital, media sosial sebagai senjata ampuh untuk melakukan komunikasi pemasaran. Media sosial seperti website, Fb, twitter, instagram, Path, Youtube, dan blog memiliki peranan penting dalam melakukan komunikasi pemasaran produk demi bertahan dan memperluas market-nya (pasar). Media sosial menjadi salah satu media promosi praktis, murah, handal, dan memiliki jangkauan yang sangat luas. Media sosial membuat pelaku dan konsumen menjadi tak memiliki jarak dan batasan sehingga dapat berinteraksi secara langsung dengan konsumen.
 
Media sosial tidak hanya untuk memperkenalkan produk dan menaikan penjualan saja, tetapi juga bisa digunakan untuk awarennes, branding serta melakukan riset pasar. Meningkatkan penjualan dengan promosi melalui media sosial secara viral dan bisa langsung dilihat konsumen tentunya akan lebih memudahkan kita dalam menarik konsumen baru. 
 
Agar bisa suskes dalam promosi, pelaku harus perhatikan beberapa hal. Pertama, pelaku UKM perlu memahami target pasar dengan tepat dari produknya. Dengan mengetahui target maka strategi promosinya juga akan tepat. Misalnya, jika targetnya remaja kita bisa gunakan instagram atau twitter.
 
Kedua, Pelaku UMKM yang memanfaatkan media sosial harus ikut berkembang secara dinamis mengikuti trend. Pemanfaatan platform media sosial yang digunakan untuk promosi harus disesuaikan dengan karakter produk pelaku UMKM. Jika gunakan twitter, maka pelaku UMKM harus siap melakukan update twit yang lebih banyak lagi dari media lain. Jika gunakan instagram pelaku harus perbanyak gambar dengan menampilkan gambar yang memikat para followernya.
 
Hal yang ketiga adalah konsistensi. Pelaku UMKM harus konsisten dalam melakukan update atau postingan infornasi produk pada tiap media sosial yang digunakannya. Konsisten dalam waktu upload, konsisten dalam konten, dan konsisten dalam menjawab pertanyaan. 
 
Sedangkan yang terakhir adalah tingkatkan engagment dan jangan beli follower. Follower memang menjadi penting dalam suatu media sosial, namun jangan membeli. Tingkatkan lah follower kita secara organik karena itu lebih menjamin. Media sosial adalah sarana interaksi langsung dengan target pasar. Maka biasakan lah untuk membalas koment yang masuk atau pertanyaan yang diajukan oleh para konsumen. Selain untuk lebih mendekatkan pelaku UMKM dengan target pasar, tidak ada salahnya jika pelaku UMKM juga menshare info yang kira-kira bisa membantu menjawab pertanyaan target pasarmu.
 
Dalam melakukan promosi melalui media sosial, pelaku UMKM di Babel juga tentunya harus menjaga sikap dan perilaku dalam bermedia sosial karena integritas pelaku dibalik akun media sosial tetap nomor satu. Pelaku UMKM harus membangun jejaring yang jelas, luas, dan mengembangkan skill-nya untuk mengembangkan produknya. Selain itu pelaku UMKM harus ciptakan ikon atau branding. Satu hal penting yang lain, yakni pelaku UMKM dilarang berbohong mengenai produknya kepada konsumen. Karena trust adalah salah satu kunci sukses dalam bisnis di era digital ini.
 
Promosi produk melalui media sosial dengan suatu usaha yang konsisten akan mampu meningkatkan penjualan produk. Selain itu pangsa pasar yang begitu luas pun akan berhasil diraih jika pelaku UMKM terus meningkatkan kualitasnya. Jadi promosi melalui media sosial tidak hanya akan menggaet konsumen lokal, namun juga bisa menggaet konsumen luar negeri. 
 
Promosi melalui media sosial, produk UMKM Babel bisa mendunia. Saatnya UMKM Babel go online.
Penulis: 
Surianto, S.Sos
Sumber: 
Dinas KUKM

Artikel

17/01/2020 | Tulisan ini dimuat oleh HU Bangka Pos Tanggal 16 Desember 2019
28/08/2019 | Tulisan ini dimuat di HU Bangka Pos tanggal 22 Agustus 2019