Pikat Konsumen Melalui Promosi Dengan Konten Digital Kreatif

Pola pikir manusia milenial mengalami perubahan. Hal ini tentunya tak lain disebabkan oleh perkembangan internet yang begitu pesat. Perkembangan internet didukung infrastruktur dan kemajuan aplikasi digital. Salah satu aplikasi yang tak terelakan adalah kehadiran aplikasi media sosial yang sangat mempengaruhi pola dan gaya hidup masyarakat.

Faktanya perubahan pola pikir dan gaya hidup generasi milenial ini membuat mereka haus akan informasi. Setiap hari mereka bergelut dan memanfaatkan layanan jejaring sosial. Mereka beraktivitas untuk berbagi informasi, berkomunikasi bahkan mencari produk. Hal ini tentunya menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pelaku UMKM untuk mempromosikan produknya. Sebab baik dalam bisnis konvensional maupun dalam bisnis online, promosi memegang peranan yang sangat besar.

Para pelaku UMKM harus mulai tampil berani dengan melakukan beragam promosi produk mereka. Kenapa harus demikian? Karena untuk memenangkan persaingan dalam meraih hati generasi milineal semakin ketat. Tujuan dari persaingan ini tak lain adalah satu, yakni untuk meningkatkan penjualan produk yang mereka hasilkan. Dan tidak sedikit para pelaku UMKM yang berhasil memanfaatkan internet khususnya media sosial sebagai media promosi.

Pemanfaatan internet khususnya media sosial sebagai suatu media promosi untuk meraih hati generasi milineal masih dirasakan sangat efektif. Karena media sosial sebagai media promosi dipandang memiliki kelebihan dibandingkan media lain, antara lain tidak adanya batasan waktu dan tempat, sehingga pasar yang dapat dijangkau lebih luas dan pelaku UMKM mampu memberikan informasi kepada konsumen kapan dan di mana saja.

Selain itu, dari segi biaya media sosial jauh lebih murah murah dibandingkan dengan media promosi lainnya. Media sosial juga memiliki kemampuan lebih besar dalam pendistribusian informasi mengenai produk kepala khalayak luas.

Saat ini promosi melalui media sosial juga diminati perusahaan besar. Perusahaan besar beralih memanfaatkan ini karena tingginya aktivitas generasi milenial ini mencari informasi dengan memanfaatkan media sosial. Dengan adanya promosi online (cyber promotion) konsumen bisa mencari informasi yang mereka butuhkan kapan saja, dimana saja, bahkan tanpa harus keluar rumah dan juga tanpa harus meninggalkan aktivitas atau pekerjaan mereka.

Pada 10 tahun lalu, ketika berbicara promosi online, terlintas dipikiran kita adalah promosi melalui website. Namun, saat ini promosi online tidak hanya website melulu tapi ada beragam media sosial yang bisa dimanfaatkan sebagai promosi online, seperti Fb, Instagram, path, line, dan twitter.

UMKM saat ini tumbuh dengan begitu pesat. Di Babel saja dengan penduduk sekitar 1,4 juta jiwa memiliki jumalah UMKM sekitar 200ribu. Jumlah yang besar ini menandakan persaingan yang besar. Namun sebagaimana kita ketahui bahwa Pelaku UMKM tentunya memiliki dana terbatas untuk promosi. Dengan keterbatasan tersebut, mereka jadi hanya sekedar promosi saja atau dengan kata lain besarnya biaya promosi jadi faktor penghambat untuk promosi penjualan produknya.

Promosi sangat dibutuhkan sebab promosi adalah suatu aktivitas materi yang dalam aplikasinya menggunakan teknik, dibawah pengendalian penjualan/produsen, yang dapat mengkomunikasikan informasi persuasif yang menarik tentang produk yang ditawarkan oleh penjual baik secara langsung maupun melalui pihak yang dapat mempengaruhi keputusan pembelian. (Mahmud Machfoedz, 2010 : 33).

Pelaku UMKM tidak hanya berorinetasi pada produk saja, tetapi ada hal lain yang perlu dipikirkan yakni promosi. Pelaku UMKM dengan anggaran terbatas membutuhkan media promosi yang murah atau tak berbayar sebagai media promosi untuk meningkatkan penjualan. Media promosi yang dirasakan cukup efektif dan murah adalah media sosial. Pelaku UMKM harus memanfaatkan ini secara maksimal. Karena media ini mampu memasarkan sampai kemancanegara dan semua itu karena internet.

Promosi di Media sosial ini bisa dikatakan gratis karena pelaku UMKM hanya membutuhkan account dan kouta internet dengan biaya yang tidak seberapa. Namun, pelaku UMKM harus kreatif dalam mengolah isi promosi atau konten yang ditampilkan. Selain itu mereka juga harus memilih media sosial yang benar-benar cocok sebagai media promosi.

Tentukan Audiens

Perusahaan besar seperti indofood dan nutrifood dengan sengaja membagi target audiensnya ke dalam dua kelompok yaitu, kategori reputasi korporasi dan marketing brand produk. Target komunikasi untuk reputasi korporasi meliputi para pekerja, mahasiswa dan generasi milenial. Sementara untuk brand, disesuaikan dengan karakter brand masing-masing.

Generasi milenial menjadi peluang branding reputasi UMKM dengan membuat konten kreatif. Konten kreatif yang dibuat bisa dalam bentuk vlogger yang disuarakan oleh anak muda. Konten kreatif dan menarik diyakini mampu mencuri perhatian generasi milenial. Hal ini juga dilakukan oleh nutrifood dengan video berdurasi 16 menit mampu mencuri 800 ribu penonton.

Pelaku UMKM harus bisa memilih media yang tepat untuk memperkenalkan brand kepada audiens. Pemilihan media disesuaikan dengan target audinesi atau konsumennya. Pemilihan channel, konten yang mampu membangun engagement juga menentukan.

Namun keberhasilan kita dalam mengenalkan produk atau promosi tidak hanya diukur dari banyaknya like, share, repost atau retweet. Lebih dari itu, keberhasilan itu diukur dari seberapa besar apa yang kita buat mampu menggerakkan orang untuk membeli bahkan menjadikannya sebagai konsumen tetap.

UMKM harus fokus dalam promosi. Salah satunya adalah memberikan informasi dengan baik dan diharapkan informasi yang disampaikan tersebut konsumen atau pasar menjadi tahu akan produk yang ditawarkan. Dan pada akhirnya mmeningkatkan ketertarikan generasi milenial utuk membeli bahkan menjadi pelanggan tetap.

Melakukan promosi melalui berbagai media sosial sangat memungkinkan pelaku promosi untuk aktif mempromosikan produknya kepada sasarannya, dengan kata lain pelaku promosi dapat menyampaikan informasi produknya secara terus-menerus. Pelaku UMKM harus selalu aktif dalam memanfaatkan fitur-fitur yang ada di dalam media sosial untuk selalu memberikan informasi yang update kepada pasarnya. Mulai dari status, share gambar, video, vlogger hingga mengirim direct message atau merespon chat calon pembeli yang prospek.

Dalam melakukan promosi dengan media sosial, pelaku UMKM harus pandai membungkus informasi menjadi pesan media sosial yang dikemas menarik dan mudah dikonsumsi. Pelaku UMKM harus mulai berani menghasilkan konten-konten kreatif yang bisa diterima publik dengan baik. Momentum ini sebagai peluang UMKM untuk membangun brand dan trust.

Konten kreatif dan menarik dibuat untuk menggiring generasi milineal terhadap produk yang kita tawarkan. Kita juga harus berani bikin konten digital kreatif yang mengikuti arus atau trend yang dibicarakan publik. Konten kreatif ini bertujuan untuk menarik pembeli, dan to build public trust. Dengan konten kreatif yang menarik pelaku UMKM dapat membangun brand dan akhifnya dapat meningkatkan penjualannya. "Konten Kreatif to build brand and trust".

Penulis: 
Surianto
Sumber: 
DKUKM