Berita

Produk Kerajinan Berorientasi Pasar Eksport Harus Memiliki 4 Good

Pangkalpinang - Atik dari APIKRI Yogyakarta mengatakan produk kerajinan yang berorientasi pasar eksport harus memiliki empat Good yaitu Good Product, Good Quality, Good Image dan Good Service.
 
"Produk kerajinan yang berorientasi ekspor harus memiliki syarat 4 Good. Selain itu pelaku UMKM juga harus mengetahui trend dan negara tujuan ekspor agar produknya semakin laku dipasar negara tujuan," katanya dihadapan 33 pelaku UMKM di Hotel Sun Pangkalpinang, Selasa (22/09/20).
 
Produk yang baik tentunya akan mampu menembus pangsa pasar di negara Eropa atau Amerika. Produk yang baik harus inovatif, mengikuti trend, kreatifitas dan fungsi yang baik.
 
"Produk yang inovatif yang memiliki desain, kreatifitas, fungsi dan mengikuti trend. Produk yang seperti ini akan bisa menembus pasar eksport," jelasnya.
 
Produk yang akan dipasarkan  untuk eksport harus memiliki kualitas yang tinggi. Produk harus lolos total kendali mutu.
 
"Produk tentunya harus berkualitas dan mutunya tetap terkontrol dengan baik. Mutu dan kualitas harus tetap dijaga agar para pembeli merasa puas dengan produk yang dibelinya," ucapnya.
 
Pangsa pasar Amerika atau eksport sangat menyukai barang/ produk kerajinan yang memiliki identitas spesifik. Artinya, produk kerajinan harus memiliki Good Image yang mencerminkan budaya atau tradisi.
 
"Kerajinan yang mencerminkan budaya, tradisi dan identitas yang spesifik akan disukai konsumen Amerika," ujar Atik yang juga pelaku eksport produk kerajinan ini.
 
Good yang terakhir yakni Good Service. Menurutnya, good service atau pelayanan yang baik akan memberikan dampak yang baik pula dalam pemasaran produk kerajinan ke luar negeri. Pelayan yang baik dilakukan dengan komitmen, promosi yang baik serta distribusi yang selalu berjalan lancar.
 
"Berbisnis produk itu selain inovatif, kualitas, dan unik atau spesifik, diperlukan promosi serta service yang baik. Orang suka dengan produk dan akan tambah suka jika mendapatkan pelayanan yang baik pula," tuturnya.
 
Ia menambahkan, masing-masing negara memiliki trend dan pangsa pasar sendiri. Di negara Amerika misalnya akan dipengaruhi empat musim. Trend produk kerajinan disesuaikan dengan musim yang berlaku disana.
 
"Produk kerajinan harus mengikuti trend musim disana. Misalnya, produk kerajinan dibuat sesuai dengan warna yang berlaku disana. Warna soft lebih digemari pada musim spring/summer," tambahnya.
Sumber: 
Humas DKUKM
Penulis: 
surianto
Fotografer: 
surianto
Bidang Informasi: 
KUKM