Berita

Produk Kerajinan Lidi Nipah Bernilai Jual dan Diminati Masyarakat

Pangkalpinang - Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kep. Bangka Belitung terus mendorong lidi nipah menjadi salah satu produk kerajinan yang bernilai jual dan diminati masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan pelatihan sebanyak tiga sesi diberikan kepada 33 pelaku UMKM.
 
"Dinas Koperasi dan UKM terus dorong agar lidi nipah ini bisa menjadi produk kerajian yang bernilai jual. Kita berikan pelatihan tiga tahap kepada 33 peserta agar mereka bisa menghasilkan produk kerajinan yang berkualitas dan bernilai jual," kata Fitri Dwiyanti Kepala UPTD Balatkop UMKM Dinas KUKM Prov Babel di Hotel Sun Pangkalpinang, Rabu (30/9/20).
 
Dijelaskannya, pada pelaksanaan hari kedua Pelatihan tenun lidi nipah, beberapa peserta sangat antusias mendengarkan penjelasan dan belajar cara menenun lidi nipah menjadi produk seperti tamplak meja atau kotak tisu.
 
"Ada yang fokus ke tenun lidi nipah, dan sebagian peserta lain terlihat sibuk menganyam enceng gondok dan sebagian lagi memintal daun menjadi tali seperti tali agel dari bahan lokal seperti purun dan daun pandan laut," jelasnya.
 
Ia menambahkan, pihaknya juga ingin pelaku UMKM bisa memaksimal potensi lokal dengan memanfaatkan bahan yang ada didaerah Babel. Seperti, daun purun atau daun pandan ini bisa dipintal atau dipilin menjadi tali serat. 
 
"Di Babel tersedia bahan alam yang bisa dimanfaatkan dalam kerajinan lidi nipah. Tali untuk mengikat lidi nipah dan bisa menggunakan tali serat daun purun atau daun pandan yang dihasilkan dari proses pemintalan. Selain itu tali tesebut juga bisa dianyam menjadi produk seperti hiasan dinding atau tempat gelas," tambahnya.
 
Potensi bahan lokal menjadi produk kerajinan yang bernilai jual  tentunya bisa menggerakan ekonomi masyarakat. Selain itu, menurutnya, potensi ini juga bisa menciptakan sentra-sentra kerajinan dan lapangan kerja bagi masyarakat di desa. 
 
"Ini akan menghasilkan sentra-sentra kerajinan di desa. Ada sentra lidi nipah, ada sentra tali serat daun pulun dan daun pandan. Sentra-sentra ini bisa saling mendukung dalam menghasilkan produk kerajinan yang baik," ujarnya.
 
Sementara, Anda Eva, Pemilik Deshanda Craft, salah satu peserta pelatihan mengatakan bahwa pelatihan kerajinan seperti sangat baik bagi pelaku UMKM. Dengan adanya pelatihan, maka pelaku UMKM akan memperoleh pengetahuan cara membuat anyaman dari bahan dasar lidi nipah.
 
"Kami berterima kasih telah dipilih menjadi salah satu peserta. Pelatihan ini menambah pengetahuan sehingga kami menjadi lebih kreatif dalam membuat kerajinan," katanya.
 
Ia menceritakan, untuk membuat produk kerajinan tenun lidi kelapa atau lidi nipah membutuhkan keuletan dan kerapian. Proses menenun satu produk telapak meja lidi kelapa dengan panjang satu meter yang pernah dibuatnya membutuhkan waktu sekitar dua jam lebih.
 
"Dulu kita buat telapak meja dari  lidi kelapa, itu untuk satu meter  butuh waktu 2 jam lebih untuk menenunnya," ceritanya.
 
Ketika ditanya tentang kerajinan anyaman lidi nipah, Ia menyatakan bahwa produk kerajinan lidi nipah sangat menarik dan diminati masyarakat. Setelah mengikuti pelatihan pada minggu lalu, Ia pun menerima order atau pesanan sebanyak tiga buah kerajinan anyaman keranjang lidi nipah. 
 
"Alhamdulillah setelah pelatihan minggu lalu, saya menerima order tiga buah kerajinan keranjang lidi nipah, dan sekarang masih dalam proses produksinya," ungkapnya.
 
Terkait kualitas kerajinan yang dihasilkannya, Menurutnya,  kualitas produk kerajinan yang dihasilkanya cukup baik. Namun perlu ditingkatkan lagi terutama kehalusan produknya. 
 
"Kualitas produk yang dihasilkan cukup baik. Tetapi harus terus ditingkatkan, seperti kehalusan produknya. Dengan meningkatkan  kualitas, maka produk kerajinan akan bisa menembus pasar eksport," ujarnya.
Sumber: 
Humas DKUKM
Penulis: 
surianto
Fotografer: 
surianto
Bidang Informasi: 
KUKM