Reformasi Total dan Tantangan Koperasi di Era Industri 4.0

Koperasi! Koperasi merupakan soko guru perekonomian di Indonesia. Koperasi di Indonesia sudah ada sejak puluhan tahun lalu, tepatnya tanggal 12 Juli 1947 dan keberadaannya sampai saat ini masih tetap ada.
 
Koperasi dibentuk oleh sekelompok orang yang sepakat untuk mengadakan kerja sama, yang bertujuan untuk mensejahterakan khususnya anggota. Hasil usaha koperasi dinikmati secara langsung oleh anggota selaku pemegang saham. 
 
Bapak Koperasi Indonesia, Mohammad Hatta, memyatakan bahwa Koperasi dapat menjadi penopang ekonomi rakyat untuk dapat mensejahterakan ekonomi. Koperasi sebagai sebuah organisasi ekonomi, yang dimiliki dan dioperasikan oleh orang-seorang demi kepentingan bersama berazaskan kekeluargaan dapat menjadi sarana dalam membangun perekonomian masyarakat.
 
Sejak 1947 hingga saat ini jumlah koperasi aktif di Indonesia sebanyak 152.714 unit. Sementara di Babel terdapat koperasi aktif sebanyak 643 unit dari total 995 koperasi yang terdaftar di ODS. Namun dari jumlah tersebut, dirasakan masih banyak koperasi yang berkinerja kurang baik. Hal ini tentunya sangat disayangkan karena bila dijalankan dan dikelola dengan baik koperasi mampu menjadi salah satu kekuatan ekonomi Indonesia. 
 
Diera Industri 4.0, kiprah koperasi mendapat tantangan tersendiri yang terasa semakin kompleks dan rumit. Perubahan pola, tingkah laku dan gaya hidup masyarakat yang ingin semuanya mudah, murah dan cepat jadi suatu yang harus dihadapi koperasi jika ingin terus tumbuh dan eksis.
 
Perubahan gaya hidup masyarakat milenial ini menuntut pelaku koperasi berbenah, bertransformasi serta mereformasi total agar siap menghadapi persaingan. Reformasi total koperasi dilakukan dengan tiga hal, yakni reorientasi, rehabilitasi dan pengembangan.
 
Reorientasi dilakukan untuk merubah paradigma pemberdayaan koperasi dan merubah stigma koperasi. Pemberdayaan koperasi era Industiri 4.0 harus menekankan pada aspek kualitas bukan kuantitas. Dimana, pengembangan koperasi lebih menekan pada kualitas kelembagaan, keuangan dan bisnis koperasi. Dengan begitu, kita bisa merubah stigma koperasi sebagai organisasi jadul menjadi organisasi yang modern atau koperasi zaman now.
 
Reformasi total juga dilakukan dengan melakukan rehabilitasi koperasi. Artinya, koperasi yang tidak aktif direhab menjadi aktif kembali. 
 
Melakukan rehabilitasi koperasi dilakukan dengan beradaptasi pada kemajuan teknologi informasi (TIK). Seperti pendataan koperasi dilakukan secara online di Online data system (ODS) dan mendorong rapat anggota tahunan (RAT) koperasi berbasis TIK. Penggunaan TIK ini  menjadi suatu starategi agar pendataan, evaluasi, pengembangan koperasi bisa berjalan maksimal.
 
RAT merupakan suatu sinyal yang menandakan kinerja koperasi baik atau tida. Apabila koperasi yang tidak RAT setiap tahun bukunya maka dapat diindikasikan tidak aktif atau tidak sehat. Untuk itu, pelaku koperasi harus didorong untuk bisa melaksanakan RAT setiap tahunnya. Apalagi dengan TIK ini koperasi bisa berinovasi melaksanakan RAT secara online. RAT online akan memudahkan pelayanan kepada anggota.
 
Selanjutnya, reformasi total juga dilakukan dengan mengembangkan koperasi, baik dari sisi kelembagaan, pembiayaan, SDM maupun dari core bisnisnya koperasi.
 
Pemerintah dan pelaku koperasi harus meningkatkan kapasitas koperasi sebagai badan usaha berbasis anggota yang sehat, kuat, mandiri, dan tangguh serta setara dengan badan usaha lainnya. Hal ini bisa dilakukan melalui regulasi yang kondusif, penguatan Sumber Daya Manusia (SDM), kelembagaan, pembiayaan, pemasaran dan kemajuan teknologi.
 
Di era Industri 4.0, Koperasi harus mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi agar perannya sebagai penggerak ekonomi kerakyatan dapat terus dijalankan. Koperasi harus menggunakan teknologi digital agar lebih memudahkan mereka meningkatkan pelayanannya koeprasi kepada anggota.
 
Pengembangan koperasi juga harus fokus membangun dan memperluas jaringan kerjasama dan kemitraan. Pada aspek SDM juga harus ditingkatkan, yang mana SDM koperasi harus didorong menjadi kreatif dan inovatif. Karena SDM yang kreatif dan inovatif dipastikan lebih bisa beradaptasi dengan lingkungan dan kemajuan teknologi saat ini.
 
Oleh karena itu, dengan melaksanakan reformasi total, koperasi di Babel diyakini tetap menjadi salah satu penggerak ekonomi bagi anggota. Tak hanya untuk anggota, koperasi mampu memberikan kontribusi yang besar bagi masyarakat sekitarnya. Masyarakat sangat mengharapkan peran koperasi menjadi suatu badan yang mampu membantu dan memberikan manfaat yang besar.
 
Selamat Hari Koperasi Nasional ke 72, semoga koperasi-koperasi di Babel menjadi koperasi yang besar, berkualitas, dan berdaya saing.
Penulis: 
Surianto
Sumber: 
Humas DKUKM