Berita

Sekda : UMKM Harus Kreatif, Inovatif, dan Cerdas

Pangkalpinang - Sekda Prov Kep Bangka Belitung, Naziarto mewakili Gubernur Kep Bangka Belitung membuka webinar Hari UMKM Internasional dengan tema "UMKM Kreatif dan Inovatif di New Normal Pandemic Covid-19" di Pangkalpinang, Jumat (3/7/20). 
 
Webinar yang diikuti ratusan pelaku UMKM Babel ini menghadirkan pembicara yakni Ketua Korwil ICSB Babel Melati Erzaldi, Kadis KUKM Babel Hj Elfiyena, Co-Founder Oke OC Indra Cahya Uno, Gapura Digital Beni Pamungkas dan UN Women Programe Officer Pertiwi Triwidiahening.
 
Sekda Prov Kep Babel memberikan apresiasi yang besar atas kegiatan ini. Melalui kegiatan seperti ini diharapkan dapat menumbuhkembangkan UMKM di Babel pasca pandemi Covid-19.
 
"Diera pasca Covid-19, UMKM harus kreatif, inovatif dan cerdas dalam menyikapi perubahan," kata Sekda.
 
Sekda juga berharap, UMKM Babel bisa bangkit ditengah pandemi. Untuk bisa bangkit, UMKM harus melek IT.
 
"Pelaku UMKM harus melek TIK agar semakin maju dan mampu bersaing sehingga bisa bangkit ditengah kondisi ini," ujarnya.
 
Pertumbuhan ekonomi cenderung melambat akibat dampak dari pandemi Covid-19. Begitu juga dengan pelaku UMKM yang mengalami penurun penjualan usahanya.
 
Untuk menanggulangi hal tersebut, Menurut Sekda, pemerintah melakukan lima skema besar program perlindungan dan pemulihan ekonomi utamanya di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah. Skema pertama, memastikan pelaku UMKM masuk ke bagian penerima bansos, BLT dan PKH. Sementara skema yang kedua, yakni memberikan insentif perpajakan bagi pelaku UMKM yang omsetnya masih di bawah Rp 4,8 miliar pertahun.
 
"Pemberian bantuan bagi pelaku UMKM hingga kedesa guna membantu meringankan beban mereka. Pemberian insentif pajak ini dilakukan hingga 6 bulan kedepan," jelasnya.
 
Skema ketiga yang dilakukan pemerintah yakni melakukan relaksasi dan restrukturisasi kredit UMKM dengan berbagai skema program. Sementara skemma selanjutnya yakni perluasan pembiayaan bagi UMKM berupa stimulus bantuan modal kerja dan  meminta kementerian, lembaga, BUMN, pemda menjadi buffer dalam ekosistem usaha UMKM terutama tahap awal pemulihan.
 
"Lima skema tersebut sebagai langkah untuk mendorong agar UMKM bisa tumbuh dan bertahan pasca pandemi," tuturnya.
 
Koordinator Wilayah International Council for Small Business (ICSB) Bangka Belitung, Melati Erzaldi mengungkapkan ICSB Babel selalu bermitra dengan pihak terkait seperti pemerintah dan dekranasda, untuk melakukan penguatan kepada pelaku UMKM. 
 
"Program ICSB yakni mendorong UMKM agar mampu melakukan penetrasi pasar internasional. Produk UMKM harus bisa menembus pasar internasional," katanya.
 
Salah satu caranya yakni melalui program UMKM Babel Academy dengan mencari 100 mentor UMKM untuk menimba ilmu diluar negeri. Para mentor ini akan menjadi duta bagi produk UMKM di luar negeri.
 
"Para mentor ini diharapkan bisa mencari peluang usaha untuk memenuhi tidak hanya pasar nasional namun juga pasar internasional. Produk lada Babel terus dipromosikan dan dipasarkan oleh para mentor-mentor tersebut nantinya," tambahnya.
 
Melati Erzaldi, melanjutkan bahwa pada tahun 2020 banyak program yang dirancang untuk UMKM, namun terkendala pandemi Covid-19. Pemprov. Kep Babel juga telah bekerja sama dengan UN Women membuat sekolah perempuan guna merubah pola pikir perempuan dan mendorong kemandirian para perempuan.
 
"Lewat program ini kita ingin mendorong semangat jiwa kewirausahaan perempuan agar mereka bisa mandiri," ungkapnya.
 
Sementara Kadis Koperasi dan UKM Prov Kep Babel mengatakan bahwa pihaknya terus mendorong UMKM untuk beralih kedigital. Pemasaran produknya bisa dilakukan melalui medsos dan market place.
 
"Kita dorong digitaliasi UMKM. Kita berikan pendampingan dan pelatihan secara virtual. Pemerintah siapkan pelatihan baik melalui edukukm.id maupu pelatihan lewat zoom meeting," katanya.
Sumber: 
Humas KUKM
Penulis: 
surianto
Fotografer: 
surianto
Bidang Informasi: 
KUKM