Tujuh Mahasiswa AIESEC Sambangi Dinas KUKM Babel

Pangkalpinang - Sebanyak tujuh mahasiswa asing dari enam negara yang tergabung dalam program Association Internationale et Studiant Social Economic Commerciale (AIESEC) menyambangi Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Prov Kep Babel, Selasa (30/01/18).
 
Kehadiran tujuh mahasiswa asing dalam program AIESEC di Babel tersebut difasilitasi oleh AIESEC Universitas Lampung (Unila). Tujuh mahasiswa tersebut berasal dari Slovakia, Jerman, Aljazair, Malaysia dan China masing-masing satu orang. Sedangkan dua orang mahasiswa berasal dari Korea Selatan.
 
Hj. Elfiyena Kadis Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah Prov Kep Babel, mengatakan sangat menyambut baik program AIESEC ini. Apalagi Mahisiswa-mahasiswi ini telah mengunjungi beberapa UMKM yang ada di Pangkalpinang.
 
"Semoga kunjungan mahasiswa-mahasiswi AIESEC ini memberikan promosi gratis dan membuat produk UMKM Babel semakin dikenal," ucapnya saat menerima kunjungan Mahasiswa Program AIESEC di ruang rapat Dinas KUKM Prov Ke Babel, Selasa (30/01/18).
 
Ketujuh mahasiswa asing tersebut telah mengunjungi beberapa usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang ada di Kota Pangkalpinang, seperti Zulaika Lapis Susu dan Mirando Sirup Jeruk Kunci. Kunjungan ini dilakukan selama dua hari, yakni pada hari Jumat (26/01) dan Senin (29/01) kemaren. 
 
Didepan mahasiswa program AIESEC, Hj. Elfiyena menjelas bahwa Dinas KUKM selalu membina para pelaku UMKM dengan program-program pelatihan, pemberdayaan, dan pemasaran dan promosi yang dilakukan. Hal ini dilakukan agar UMKM Babel semakin maju. Terkait kedatangan mahasiswa ini, Ia mengharapkan masukan-masukan dari para peserta AIESEC terkait produk-produk UMKM yang ada sehinga produk UMKM semakin baik dan tentunya bisa naik kelas.
 
"Kami harap masukannya untuk UMKM Babel. Nanti masukan-masukan ini akan kami dan pelaku UMKM tindaklanjuti agar produk UMKM bisa semakin baik, bisa diekspor dan go internasional," harapnya.
 
Zamhari, Anggota DPRD Bateng yang ikut mendampingi peserta AIESEC menyatakan bahwa kunjungan peserta ke Dinas Koperasi dan UKM untuk mempresentasikan hasil kunjungan peserta ke UMKM di Kota Pangkalpinang. Peserta memaparkan kelebihan dan kekurangan dari produk UMKM serta memberikan masukan agar produk UMKM ini bisa lebih baik dan disukai para wisatawan.
 
"Mereka akan memberikan masukan agar produk ini bisa disukai para wisatawan. Karena kedepan pariwisata akan menjadi andalan sehingga kita wajib memiliki produk UMKM yang diminati masyarakat dan wisatawan," ujarnya.
 
Sementara, Barbara Mahasiswi AIESEC asal SLovakia menyatakan bahwa produk UMKM lapis susu Zulaika sudah cukup baik dan rasa juga enak. Namun masih ada yang harus ditingkatkan seperti informasi dalam kemasan. Informasi kandungan gizinya belum ada dan belum menampilkan informasinya dalam bahasa asing.
 
"Rasa lapis susu zulaika dan sirup kunci Mirando enak dan manis. Kemasan sudah cukup bagus dan bisa menarik. Namun, informasi yang ada dikemasan masih kurang, karena belum menggunakan bahasa inggris dan belum ada informasi kandungan nutrisinya," ujar Barbara.
 
Menyinggung pemasaran produk UMKM, Barbara dkk mengatakan agar pelaku UMKM membuat branding tentang produknya, memanfaatkan sosial media dalam mempromosikannya. Selain itu, produk UMKM juga harus dipasarkan dengan berkolaborasi dan kemitraan dengan usaha lain, seperti memasarkannya di Pasar modern dan membuka galery di BTC.
 
"Produk UMKM harus lebih sering dipasarkan secara online dengan menggunakan e commerce dan media sosial. Tampilkan foto yang mampu menarik mata konsumen, baik itu dipackage-nya maupun foto untuk istagram dan facebook. Media sosial harus diupdate untuk promosi produk agar semakin dikenal," saran Barbara.
Sumber: 
Humas Dinas KUKM
Penulis: 
Surianto
Fotografer: 
Surianto
Bidang Informasi: 
KUKM