Berita

UMKM Harus Terus Semangat dan Tidak Mudah Menyerah

Pangkalpinang - Pelaku UMKM harus terus semangat dalam menjalankan usahanya. Karena sikap semangat dan sabar mampu menjadi pematik agar bisa berhasil.
 
Demikian disampaikan Kadis KUKM Provinsi Kep Babel, Hj Elfiyena saat menjadi pembicara saat acara telewicara di In Radio FM, Rabu (10/02/21). Telewicara ini menghadir dua pelaku UMKM, yakni UMKM Aneka Keripik Primadona Muntok - Kab Babar dan UMKM Kericu Babe - Batu Belubang - Kab Bateng.
 
Kadis KUKM menambahkan pelaku UMKM harus memasarkan produknya baik secara offline maupun online. Dimasa pandemi saat ini, UMKM harus lebih aktif lagi memasarkan produk secara digital.
 
"Harus aktif memasarkan produk terutama pemasaran secara digital. Pasarakan produk melalui market place dan promosikan juga lewat media sosail yang dimiliki agar produk semakin dikenal dan pemasaran bisa semakin luas," tambahnya.
 
Pada kesempatan itu, Kadis KUKM juga meminta agar pelaku UMKM mencintai produknya. Pemasaran itu dimulai dari diri sendiri. Pelaku UMKM harus membangun branding produknya dengan baik.
 
"Branding produk sangat penting. Keunikan produk dan branding akan mampu meningkatkan penjualan. Jadi, kalau sudah punya brand, terus lah semangat untuk promosikan brand kita. Jangan malu dan jangan mudah menyerah," pungkasnya.
 
Salah satu UMKM yang menjadi pembicara yakni UMKM Keripik Primadona, Utari mengatakan bahwa usahanya sudah hampir dua puluh tahun. Dan sejak 2012, usahanya mulai melengkapi dengan perijinan seperti PIRT.
 
"Sejak 2012 saya mulai melengkapi dengan perijinan seperti PIRT," katanya.
 
Ia menambahkan bahwa awalnya usahanya membuka jualan produk keripik singkong dan jagung. Singkong dan jagung ini ditanam sendiri, namun kurang berhasil.
 
Namun Ia tidak patah semangat dan terus berusaha. Sehingga Ia usahanya mampu berkembang hingga sekarang.
 
"Tetap semangat dan berusaha. Akhirnya usaha semakin berkembang dan menjual aneka produk keripik. Ini juga berkah dari bimbingan pemda," ucapnya.
 
Sementara Pelaku UMKM Kericu Babe Batu Belubang, Subiarti menuturkan bahwa usaha ini dimulai dengan membentuk kelompok usaha bersama (Kube). Kubenya beranggota lima orang.
 
"Usaha kube ini awalnya membuat produk kemplang dan rusip. Namun, dua tahun belakangan ini baru membuat kericu dengan brand Babe, sementara rusip dengan brand subiarti. Kericu Babe dijual dengan harga 120 ribu perkilo," tuturnya.
 
Ia menambahkan bahwa usahanya bisa berkembang berkat semangat dari anggota. Selain itu Kubenya mendapatkan bimbingan dan pendampingan dari pemda.
 
"Kita ucapkan terima kasih atas bimbingan pemda baik itu pemprov maupun pemkab. Atas perhatian dan arahan PLUT, usaha ini bisa berkembang," ucapnya.
Sumber: 
Humas DKUKM
Penulis: 
surianto
Fotografer: 
ist
Bidang Informasi: 
KUKM