Berita

Waspada! Penipuan Undangan Bantuan Dana Hibah bagi Koperasi

Pangkalpinang - Modus penipuan yang mengatasnama Kemenkop dan UKM kembali muncul. Kali ini merambah Babel dengan modus undangan Kemenkop UKM untuk penerima program bantuan dana hibah tahun 2019. 
 
Kadis KUKM Babel Hj Elfiyena menyatakan bahwa modus surat undangan palsu dikirim dan  disebarkan lewat nomor Whats App ke korban. Kemudian, pengirim meminta korban untuk mentransfer sejumlah uang atau membeli tiket serta penginapan melalui sebuah agen travel bodong untuk keperluan menghadiri acara penyerahan dana hibah tersebut.
 
"Modus ini menyasar kepada pengurus koperasi di Babel dan ini penipuan. Untuk itu, pengurus koperasi di Babel jangan mudah percaya jika menerima pesan Whats App yang mengatasnamakan Kemenkop UKM. Sebaiknya, selalu cross check dan hubungi pihak Dinas Kop UKM agar informasinya jelas dan tidak menjadi korban," katanya di Pangkalpinang, Kamis (14/11/19).
 
Bersama pesan Whats App tersebut, penerima diminta menghubungi nomor kontak atas nama Syamsul, Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi UKM (Dinkop UKM) Bangka Belitung.
 
Dia menjelaskan, Syamsul memang adalah PNS yang pernah menjabat Kabid Koperasi di Dinkop UKM Babel. Namun, saat ini yang bersangkutan telah pensiun.
 
"Jelas ini modus penipuan. Karena nomor kontak Pak Syamsul yang dicantumkan penipu itu bukan nomor miliknya, melainkan nomor kontak oknum penipu. Dan penipu juga mengaku sebagai orang pusat," tegasnya.
 
Salah seorang pengurus koperasi di Babel sudah dihubungi oleh pelaku. Beruntung, Ia cepat melakukan cross check dan menghubungi pihak Dinas Kop UKM.
 
"Saya katakan kepada pengurus koperasi tersebut bahwa ini penipuan, dan hal seperti ini juga pernah terjadi di Sumatera Utara, sudah ada korban di sana yang tertipu hingga 20 juta," katanya.
 
Ia berharap tidak ada pengurus koperasi di Babel yang menjadi korban penipuan seperti ini. Pengurus koperasi di Babel diharapkan untuk selalu klarifikasi, cross check dan menghubungi pihak dinas untuk mendapatkan kejelasan informasi.
 
"Pengurus koperasi harus berhati-hati, jangan mudah percaya jika menerima undangan seperti itu serta selalu klarifikasi ke dinas. Saya harap tidak ada korban penipuan seperti ini di Babel," kata Hj Elfiyena.
Sumber: 
Humas DKUKM
Penulis: 
surianto
Fotografer: 
surianto
Bidang Informasi: 
KUKM