Ingin Hasilkan Peta Dasar Koperasi dan UMKM, Dinas KUKM Gelar Rakor Data dan ODS

Pangkalpinang - Ketersediaan Data yang rill, berkualitas, dan terupdate akan sangat penting dalam menunjang keberhasilan pembangunan koperasi dan UMKM. Karena kerbahasilan program pemberdayaan koperasi dan UMKM dipengaruhi oleh ketepatan perencanaan.
 
"Jumlah riil koperasi dan UMKM by name by adress, by sektor usaha sangat vital artinya bagi pembuat keputusan. Data riil ini digunakan untuk memudahkan melakukan pemberdayaan koperasi dan UMKM serta mensinkronkan program," kata Hj. Elfiyena Kadis KUKM Babel saat membuka rakor data dan ODS (Online Data System) Koperasi dan UMKM se Babel di Hotel Bangka City Pangkalpinang, Selasa (13/02/18).
 
Hj. Elfiyena menjelaskan bahwa perencanaan pembangunan daerah harus didasarkan pada data dan informasi yang akurat dan dapat dipertanggung jawabkan, sejalan dengan itu Dinas KUKM mengadakan rakor data dan ODS Koperasi dan UMKM sebagai upaya dalam membangun dan mengembangkan database pemberdayaan Koperasi dan UMKM di Kab/Kota. Sehingga tersusun peta dasar pemberdayaan koperasi dan UMKM.
 
"Tanpa pemetaan yang jelas dan benar, kebijakan pembangunan koperasi dan UMKM tidak akan pernah bisa berjalan optimal. Jadi pemetaan ini penting untuk hasil perencanaan yang baik," ujarnya.
 
Pengolahan data sangat diperlukan dalam perencanaan. Menurutnya, pengolahan data dapat meningkatkan kualitas perencanaan dan pengambilan keputusan, memudahkan evaluasi pelaksanaan pemberdayaan Koperasi dan UMKM serta dapat membantu pengembangan usaha koperasi dan UMKM.
 
"Pengolahan data akan mampu meningkatkan kualitas, efektifitas dan efisiensi dalam pemberdayaan koperasi dan UMKM," tuturnya.
 
Hj. Elfiyena menyatakan bahwa berdasarkan data ODS tahun 2017, di Babel terdapat sebanyak 744 unit koperasi aktif. Namun baru 198 koperasi yang baru memiliki sertifikat nomor induk koperasi (NIK). Koperasi yang belum memiliki sertifikat ini salah satunya disebabkan belum menggelar rapat anggota tahunan (RAT).
 
"Jadi baru 26,6 persen koperasi di Babel yang memiliki NIK. Nah, pada semester I tahun ini, diharapkan sekitar 70 persen koperasi aktif sudah menggelar RAT dan  memiliki NIK," katanya.
 
Ketersediaan data yang akurat tidak lepas dari peran enumerator yang semakin baik. Untuk itu, ia mengharapkan agar para enumerator dapat meningkatkan koordinasi dan sinkronisasi dengan seluruh lintas pelaku koperasi dan UMKM. Sehingga pengolahan data yang memerlukam keterampilan dan kesabaran dapat lebih optimal.
 
"Para enumerator harus sabar dalam melakukan pengolahan data. Dan tak lupa keterampilan dan pengetahuannya juga harus ditingkatkan seiiring dengan perkembangan TIK karena kalian lah ujung tombak penyedian data Koperasi dan UMKM," harapnya.
Sumber: 
Humas Dinas KUKM
Penulis: 
Surianto
Fotografer: 
Surianto
Bidang Informasi: 
KUKM