Berita

30 Peserta Ikuti Pelatihan Usaha Produksi Green Peppercorn

Pangkalpinang - Sebanyak 30 peserta dari Kec Air Gegas mengikuti pelatihan Usaha Produktif Pengelolaan lada hijau atau green peppercorn di Gedung Balatkop UMKM Babel di Pangkalpinang, Rabu (5/8/20).
 
Pelatihan usaha produktif angkatan II merupakan pelatihan pengelolaan lada hijau atau green peppercorn. Pelatihan ini akan berlangsung selama empat hari hingga tanggal 8 Agustus 2020 dan diikuti sebanyak 30 peserta dari Kec Airgegas Kab Basel.
 
Kepala UPTD Balatkop UMKM Dinas Koperasi dan UKM Prov Kep Babel, Fitri Dwiyanti mengatakan bahwa pemerintah provinsi terus mencari atau menggali potensi didesa-desa yang bisa dikembangkan dan memiliki nilai tambah. Salah satunya pemanfaatan pengelolaan lada hijau yang memiliki potensi dan nilai jual.
 
"Lada di Babel potensinya luar biasa. Potensi lada tersebut salah satunya lada hijau yang diolah jadi produk green peppercorn. Kita dorong petani untuk bisa memanfaatkan dan mengelola ini karena nilai jualnya cukup baik," katanya.
 
Green peppercorn merupakan lada yang berwarna kehijauan mirip biji kacang hijau ini berasal dari merica muda yang segar. Biasanya direbus dan dikemas dalam botol. Rasa pedasnya tak terlalu tajam tetapi sangat segar. Sangat cocok untuk dicampurkan dalam bahan saus.
 
Dijelaskan Fitri, pelatihan usaha produktif green peppercorn bagi petani atau pelaku usaha akan memberikan variasi dalam pemanfaatan dan pengelolaan lada Babel. Green peppercorn menjadi produk yang memiliki potensi.
 
"Ini variasi dari pengelolaan lada. Green peppercorn atau lada hijua itu punya potensi pasar selain lada putih dan lada hitam," jelasnya.
 
Ditambahkannya, beberapa bulan lalu pihaknya telah memberikan pelatihan kepada masyarakat Desa Kota Kapur untuk mengolah lidi nipah menjadi komoditas ekspor. Dan akhirnya, berkat pelatihan itu, masyarakat bisa ekspor lidi nipah.
 
"Mereka berhasil mengolah lidi nipah dan melakukan ekspor ke Nepal. Dan kita jadika Desa Kota Kapur sebagai sentra produksi lidi nipah," tambahnya dihadapan 30 peserta.
 
Terkait pelatihan ini, Ia menuturkan bahwa pelatihan ini merupakan kelas offline atau tatap muka pertama pada era new normal. Pelaksanaannya menerapkan standar protokol kesehatan, dimana para peserta diwajibkan menggunakan masker atau face shield, cek suhu badan, wajib mencuci tangan sebelum masuk ke kelas serta wajib jaga jarak.
 
"Ini pelatihan pertama tatap muka yang diadakan UPTD Balatkop UMKM diera new normal. Panitia dan peserta wajib menerapkan standar protokol kesehatan yang berlaku," tuturnya.
 
Diakhir arahanya, Fitri mengharapkan peserta untuk bersungguh-sungguh mengikuti pelatihan dan aktif dalam menerima materi dari pembicara.
 
"Sungguh-sungguh ya ikuti pelatihan dan aktif bertanya jika ada yang belum dimengerti. Setelah pelatihan, kalian harus mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh dari pelatihan ini serta bisa eksport juga seperti masyarakat Desa Kota Kapur ya," harapnya.
Sumber: 
Humas DKUKM
Penulis: 
surianto
Fotografer: 
surianto
Bidang Informasi: 
KUKM