Pangkalpinang - Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan koperasi yang telah berkembang di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung didorong untuk terus memperkuat kapasitas usaha agar mampu tumbuh secara profesional, produktif dan berkelanjutan.
Dorongan tersebut mengemuka dalam kegiatan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Produksi melalui Penerapan Good Mining Practice bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Provinsi Bangka Belitung di Swiss-BelHotel Pangkal Pinang, Kamis (8/10)26).
Kegiatan yang diinisiasi Kementerian Koperasi ini melibatkan Pemerintah Daerah, PT Timah Tbk dan para pengurus dan pengelola koperasi. Kegiatan ini dibuka oleh Asdep Pengembangan Produksi
Kementerian Koperasi RI,
Elviandi RS didampingi Kepala Dinas Koperasi UKM Prov Kep Babel, Arie Primajaya, dan Kepala Divisi CSR PT Timah, Rahmat Taufik.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Arie Primajaya, mengatakan keberadaan KDKMP merupakan salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperkuat perekonomian masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
Menurutnya, KDKMP maupun koperasi existing tidak cukup hanya memiliki kelembagaan yang kuat. Koperasi juga perlu mampu mengembangkan kegiatan usaha yang produktif, profesional dan berkelanjutan.
“Dalam konteks Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sektor pertambangan timah memiliki keterkaitan erat dengan perekonomian masyarakat. Karena itu, pemahaman Good Mining Practice menjadi penting bagi koperasi yang terlibat atau berpotensi mengembangkan usaha di bidang pertambangan,” ujar Arie dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, penerapan Good Mining Practice tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi, tetapi juga menyangkut keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, kepatuhan terhadap ketentuan, produktivitas serta tata kelola usaha.
Melalui kegiatan tersebut, peserta mendapatkan wawasan mengenai regulasi, kemitraan, tata niaga timah, peningkatan kapasitas produksi hingga penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Tak berhenti pada pembelajaran di ruang kelas, kegiatan juga dilengkapi dengan kunjungan lapangan ke site PT Timah Tbk. Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk melihat secara langsung penerapan keselamatan, proses produksi, tata kelola dan pola kemitraan di lapangan.
Pembelajaran langsung tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi koperasi dalam mengembangkan usaha yang aman, produktif, sesuai ketentuan serta memberikan manfaat nyata bagi anggota dan masyarakat.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung turut menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Koperasi Republik Indonesia dan PT Timah Tbk atas dukungan dan sinergi dalam meningkatkan kapasitas serta wawasan KDKMP dan koperasi yang telah berkembang di daerah.
Arie berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan aktif, menggali pengalaman dan informasi, serta menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam pengembangan usaha koperasi di wilayah masing-masing.
“Pemahaman mengenai Good Mining Practice diharapkan tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi dapat diterapkan dalam membangun kegiatan usaha yang aman, tertib, produktif, patuh terhadap ketentuan, serta tetap memperhatikan kelestarian lingkungan,” katanya.
Ke depan, KDKMP dan koperasi existing diharapkan mampu tumbuh menjadi koperasi yang sehat, profesional, produktif dan berkelanjutan. Koperasi juga didorong untuk membangun kemitraan dengan dunia usaha, menciptakan nilai tambah bagi anggota, membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, sekaligus mengambil peran lebih besar sebagai penggerak perekonomian daerah.
Sinergi pemerintah, koperasi dan dunia usaha pun diharapkan menjadi fondasi untuk menghadirkan koperasi yang semakin maju, mandiri dan berdaya saing di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Berita
Rakor Verval KDKMP Babel Perkuat Sinergi, Pastikan Pembangunan Gudang Siap Dimanfaatkan
30 Sep 2026