Purwekerto - Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kep Bangka Belitung mengikuti Harkopnas Expo 2019 di Purwekerto Jawa Tengah. Harkopnas Expo berlangsung dari tanggal 11-14 Juli 2019 di GOR Satria Purwekerto.
Berbagai produk dari koperasi di Babel ditampilkan disini. Produk tersebut antara lain produk olahan makanan, produk minuman, madu, terasi, rajutan seperti tas, sepatu, serta baju koas khas Babel.
Harkopnas Expo 2019 diikuti 190 instansi dari berbagai daerah di Indonesia. Pembukaan Harkopnas expo dilakukan oleh Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Viktoria Boru disaksikan Bintang Puspayoga Isteri Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga, Ketua Dekopin Nurdin Halid, dan Bupati Banyumas, Achmad Husein.
Deputi Produksi dan Pemasaran, Viktoria Br Simanungkalit mengatakan bahwa harkopnas expo ini sebagai etalase pencapaian gerakan koperasi nasional dalam mengembangkan produk UMKM dan mempromosikannya.
"Expo ini mempromosikan produk UMKM sekaligus membuka peluang bisnis dan investasi yang dapat diakses oleh seluruh koperasi di Indonesia," katanya saat membuka Harkopnas Expo di Purwekerto, Kamis (11/7/19) sore.
Victoria mengharapkan kegiatan ini mampu menjadi wahana pendorong bagi koperasi untuk mempromosikan produk, mendorong daya saing produk dalam negeri, dan memotivasi koperasi dalam negeri untuk menghasilkan produk yang berkualitas.
"Kegiatan ini mampu mendorong daya saing produk, mengeksplore potensi sumber daya lokal dan memotivasi koperasi menghasilkan produk yang berkualitas, sesuai selera pasar dan bernilai jual tinggi sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia," ujarnya.
Sebelumnya Nurdin Halid, Ketua Dekopin mengatakan harkopnas expo merupakan program rutinitas dari setiap penyelenggaraan harkopnas.
"Harkopnas expo ini untuk mempertemukan pelaku koperasi agar mereka bisa berdiskusi, membangun kerjasama dan bermitra dengan koperasi lainnya," katanya.
Ia berujar bahwa pemerintah harus mendorong gerakan berkoperasi. Selain itu, pemerintah dan dekopin harus mendorong koperasi untuk bergerak disektor riil. Karena jumlah koperasi disektor rill masih kurang jika sibandingkan dengan koperasi KSP.
"Jumlah koperasi disektor rill masih kurang. Kita akan dorong agar mereka bergerak disektor riil. Karena sektor rill mempercepat pembangun koperasi sehingga bias mensejahterakan anggotanya," ujarnya.