Pangkalpinang - Sebanyak 1000 peserta hadiri seminar dan launching program 1001digital preneur di Gedung Mahligai Rumah Dinas Gubernur Babel, pada Kamis (19/7/2018). Mereka terdiri dari siswa SMA, mahasiswa, dan pelaku-pelaku usaha di Babel.
 
Launching dan seminar Digital preneur ini menghadirkan beberapa pemateri, diantaranya CEO JNE Muhammad Feriadi , CEO dan Co Founder Paytren Indonesia Hari Prabowo dan CEO Project Development at 1001 Digitalpreneur dan beberapa narasumber lainnya. Pemateri ini memberikan motivasi dan materi tentang inovasi industri kreatif Bangka Belitung kepada peserta yang hadir.
 
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Babel, Hj. Elfiyena mengatakan program 1001 Digital Preneur untuk menggalakkan wirausaha dan memunculkan wirausaha muda di Babel yang siap bersaing di era digital.  Melalui seminar ini, pemprov ingin memperkenalkan digital preneur bagi pelaku usaha di Babel. 
 
"Ini upaya kita untuk mendorong pelajar dan mahasiswa menjadi wirausaha. Kita ingin mendorong pertumbuhan industri kreatif dan bisnis digital di Babel. Di era digital ini kita harus bisa menyiapkan wirausaha muda yang berorientasi pada digital prenuer," kata Hj Elfiyena, Kamis (19/7/18).
 
Program 1001 digital preneur ini memiliki tagline "Wara wiri No, Wirausaha Yes. Daripada wara wiri alung wirausaha. Tagline ini diharapkan bisa makin mendorong tumbuhnya inovasi industri kreatif di Babel.
 
Hj Elfiyena menjelaskan bahwa untuk menjadi peserta digital preneur, para peserta harus mendaftarkan diri. Setelah itu akan diadakan seleksi ide usaha, kemudian akan dilanjutkan ke berbagai tahapan berikutnya.
 
"Nanti yang proposal yang terpilih akan melanjutkan ketahapan selanjutnya, mulai pra inkubasi hingga pendanaan," jelasnya.
 
Ia menambahkan program 1001 digital preneur memiliki bebepa tahapan, yakni workshop, bootcamp, dan inkubasi. Semua peserta yang terpilih dan lulus seleksi nantinya akan mendapatkan bantuan pendanaan.
 
"Ini lah tahapan-tahapan yang harus dilalui. Peserta terpilih akan mengikuti inkubasi dan founding," ujarnya.
 
Sementara itu CEO JNE, Muhammad Feriadi menuturkan UMKM harus tumbuh dan berkembang mengikuti perkembangan teknologi. Teknologi akan sangat membantu perkembangan UMKM karena teknologi mampu menghubungkan antara penjual dan pembeli yang berbeda daerah.
 
"Digitalisasi tidak bisa lepas dari teknologi. Dan JNE siap mendukung dan memberikan edukasi tentang digitalisasi kepada masyarakat." ujarnya.