Pangkalpinang - Untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan kesehatan dari Koperasi Simpan Pinjam (KSP) dan Unit Simpan Pinjam (USP), Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah Prov Kep Bangka Belitung menggelar pelatihan penilaian kesehatan KSP/USP di Aula BKPSDMD di Kota Pangkalpinang,  Senin (25/2/2019).
 
Sebanyak 120 peserta mengikuti pelatihan ini selama 5 hari dari tanggal 25 Februari s.d 1 Maret 2019. Para peserta pelatihan berasal dari pengurus KSP/USP di Babel dan tenaga pendamping.
 
Kepala UPTD Balatkop UMKM Dinas Kop UKM Prov Kep Bangka Belitung, Suparman Effendi mengatakan bahwa pelatihan ini salah satunya bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan bagi peserta pelatihan tentang penilaian kesehatan KSP/USP dalam menjalankan tugasnya. Selain itu juga bertujuan untuk mewujudkan SDM koperasi yang berkualitas dan profesional.
 
"Kita harapkan hasil dari pelatihan ini bisa meningkatkan kinerja KSP/USP menjadi profesional, usahanya meningkat hingga memberikan manfaat kepada anggota," katanya saat membuka acara tersebut di Aula Kantor BKPSDMD Babel di Kota Pangkalpinang, Senin (25/02/19).
 
Suparman menilai bahwa di Babel terdapat banyak KSP/USP. Namun, belum semuanya usaha tersebut dapat diketegorikan sehat dan berjalan dengan baik. Untuk itu, pemerintah terus berupaya agar KSP/USP yang ada ini bisa dikategorikan sehat dan berkembang.
 
"Buat apa dirikan koperasi, jika usaha koperasi yang dijalankan tidak berkembang atau jalan ditempat. Untuk itu, Kita ingin lewat pelatihan ini, usaha koperasi yang ada di Babel dapat meningkat dan maju," tegasnya.
 
Ia menambahkan bahwa pelatihan tidak sekedar memberikan satu materi, namun juga untuk merubah cara pengolahan KSP/USP menjadi profesional sehingga KSP/USP dikategorikan sebagai KSP/USP yang sehat.
 
"Harus merubah gaya dan prilaku setelah dilatih. Implementasikan apa yang diperoleh dari pelatihan. Artinya harus ada perbaikan dalam menjalankan usaha koperasi agar KSP/USH kita sehat," ujarnya.
 
Penilaian kesehatan koperasi dilakukan untuk mengukur KSP/USP. Menurutnya, penilaian KSP/USP ini penting bagi kemajuan koperasi. Penilai kesehatan KSP/USP dilakukan terhadap aspek pemodalan, kualitas aktiva produktif, menajemen, efisiensi, likuiditas, kemandirian, pertumbuhan serta jati diri koperasi.
 
Suparman berharap agar para peserta pelatihan dapat mengikuti pelatihan ini dengan serius dan mafaatkan pelatihan ini untuk berkonsultasi dengan narasumber. Selain itu, setelah ini peserta diharapkan dapat mengimplementasi apa yang diperolehnya.
 
"Terapkan ilmu yang didapatkan agar koperasi yang dikelolanya tersebut dapat berjalan dengan baik," pungkasnya.