Pangkalanbaru - Sebanyak 15 Pengawas Koperasi mengikuti bimtek Penilaian Kesehatan Koperasi. Bimtek ini dibuka Pengawas Koperasi Madya, Suparman Effendi di Hotel Santika Bangka, Senin (30/05/22).
 
Koperasi memiliki potensi yanh besar dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat, khususnya bagi anggotanya. Tentunya koperasi yang memiliki kemampun ini yakni koperasi yang sehat dalam setiap aspek.
 
"Koperasi yang sehat memiliki potensi untuk meningkatkan kesejahteraan anggota. Untuk itu, koperasi harus sehat dari aspek manajerial, operasional dan aspek keuangan," katanya.
 
Untuk mendapatkan koperasi yang sehat, perlu dilakukan pengawasan kesehatan koperasi
Pengawasan terhadap koperasi sangat diperlukan untuk memastikan bahwa aktivitas yang dilaksanakan oleh pengurus, manajer dan para karyawan berjalan sebagaimana mestinya. Sehingga tujuan yang ditetapkan dapat tercapai dengan efektif dan efisien.
 
"Pengawasan  sangat penting agar kesalahan dan penyimpangan yang terjadi tidak berlanhsung lama dan dapat segera diatasi," ujarnya.
 
Bimtek ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kompetensi  aparatur pengawas koperasi  dalam melakukan pengawasan koperasi baik dari aspek pengetahuan, keterampilan menganalisis, kemampuan mencari solusi, motivasi dan semangat kerjanya.
 
Diharapkan, dengan adanya bimteks ini, penilaian kesehatan koperasi dapat dilakukan dengan baik dan sesuau standar sehingga makin meningkatkan jumlah koperasi sehat dari koperasi yang menjalankan KSP/USP, KSPPS/USPPS, koperasi konvesional maupun syariah.