Pangkalpinang - Upaya memperkuat ekosistem usaha mikro kecil (UMK) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus digencarkan. Dinas Koperasi dan UKM (KUKM) Babel menerima kunjungan HUB UMK PLN Babel dalam rangka membangun sinergi dan kolaborasi pengembangan UMK, Selasa (7/4/2026).
 
Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas KUKM Babel bersama jajaran pejabat eselon III di ruang kerjanya. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh semangat kolaboratif, dengan fokus utama pada penguatan pembinaan dan pemberdayaan pelaku UMK di daerah.
 
Plt Kadis KUKM Babel, Riza Aryani menyambut baik kunjungan tersebut dan menegaskan komitmen pihaknya untuk membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya. Menurutnya, pengembangan UMK membutuhkan peran bersama dari berbagai pihak, termasuk HUB UMK PLN.
 
“Kita siap berkolaborasi. UMK akan didampingi mulai dari legalitas usaha, fasilitasi onboarding, hingga digitalisasi. Jadi bukan hanya soal HAKI, tetapi bagaimana UMK ini bisa benar-benar berkembang. Kita ini ibarat ‘bapak’ bagi UMK,” ujarnya.
 
Ia menjelaskan, DKUKM Babel juga memiliki berbagai fasilitas pendukung seperti PLUT KUMKM yang menyediakan layanan pendampingan usaha, serta Balai Latihan Koperasi dan UMKM (Balatkop) yang rutin menggelar pelatihan peningkatan kapasitas pelaku usaha.
 
Namun demikian, ia mengakui masih terdapat tantangan dalam meningkatkan partisipasi UMK terhadap program pelatihan. Karena itu, pihaknya mengambil pendekatan proaktif dengan menjemput bola.
 
“UMK kita ini masih belum semuanya aktif mencari pelatihan. Jadi kita yang harus aktif menawarkan dan mengajak mereka untuk ikut berkembang,” katanya.
 
Ke depan, pelaku UMK di Babel didorong untuk tidak hanya kuat di pasar lokal, tetapi juga mampu menembus pasar global. Salah satu strategi yang disiapkan adalah mendorong UMK masuk dalam komunitas hingga membentuk kelembagaan ekonomi seperti koperasi.
 
“Koperasi ini bisa menjadi wadah yang kuat untuk mendorong UMKM berkembang, khususnya dalam pemasaran produk secara kolektif,” tambahnya.
 
Selain itu, DKUKM Babel juga tengah mengakselerasi program sertifikasi halal melalui skema self declare. Program ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh UMK binaan HUB PLN Babel agar produknya semakin kompetitif.
 
“Jika ada UMK binaan yang belum memiliki sertifikat halal, silakan didorong untuk mendaftar. Kita siap fasilitasi bersama karena ini sangat penting untuk pengembangan usaha,” tegasnya.
 
Sementara itu, perwakilan HUB UMK PLN Babel, Rizkan, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi dengan DKUKM Babel.
 
Ia mengungkapkan, saat ini HUB UMK PLN Babel telah membina sebanyak 307 UMK. Seluruh UMK binaan tersebut telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan NPWP, serta mendapatkan berbagai bentuk fasilitasi.
 
“UMK yang bermitra telah menandatangi surat penyataan bermitra. Mereka akan mendapatkan berbagai fasilitasi. Mulai dari pembinaan, sertifikasi, keikutsertaan pameran lokal hingga internasional, business matching (B2B), bantuan peralatan, hingga akses modal tanpa bunga maksimal Rp10 juta,” jelasnya.
 
Tak hanya itu, HUB UMK PLN juga menerapkan sistem evaluasi tahunan untuk mendorong UMK naik kelas. Evaluasi dilakukan berdasarkan indikator peningkatan omzet, jumlah tenaga kerja, hingga perluasan pasar.
 
“Minimal ada tiga indikator yang meningkat agar UMK bisa naik kelas dan menjadi unggulan,” tambahnya.
 
Dalam hal sertifikasi, HUB PLN telah memfasilitasi 10 UMKM untuk mendapatkan sertifikat halal reguler. Ke depan, pihaknya juga akan memfasilitasi pengurusan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) merek bagi 20 UMK binaan.
 
Untuk itu, HUB PLN berharap dukungan dari DKUKM Babel, khususnya dalam penerbitan surat rekomendasi bagi UMK yang akan difasilitasi HAKI.
 
“Kami berharap DKUKM dapat memberikan rekomendasi. Data UMK yang akan difasilitasi segera kami sampaikan,” pungkasnya.