Pangkalanbaru - Kepala UPTD Balatkop UMKM Dinas Koperasi dan UKM Prov Kep Bangka Belitung, Martinawati mengatakan bahwa pelaku kerajinan lidi nipah terus mendapatkan perhatian dan pelatihanpun telah diberikan. Hal ini dilakukan agar para pengrajin mampu meningkatkan keterampilan sehingga bisa berinovasi dalam pengembangan produknya.
"Setelah sebelumnya mereka mendapatkan pelatihan quality control dan kurasi, sekarang mereka dilatih menerapkan aplikasi makrame. Dengan aplikasi makrame, pengrajin bisa berinovasi dan lebih variatif dalam membuat produknya," katanya saat membuka pelatihan aplikasi makrame pada kerajinan lidi nipah di Grand Vella Hotel Pangkalan Baru, Selasa (09/11/21).
Pelatihan aplikasi makrame pada kerajinan lidi nipah ini diikuti sebanyak 17 pengrajin. Selama pelatihan, pengrajin diajarkan berbagai materi tentang inovasi produk kerajinan lidi nipah, kombinasi benang makrame pada kerajinan, dan berbagai motif makrame.
"Mereka akan dilatih oleh Tim Apikri Yogyakarta tentang inovasi produk, motif makrame dan mengkombinasikanya pada kerajinan lidi nipah. Jadi mereka akan punya keterampilan dalam mengembangkan produk," katanya.
Aplikasi makrame adalah salah satu teknik desain struktur tekstil dengan proses simpul-menyimpul tali atau benang yang menghasilkan sebuah motif dekoratif. Hasil karya dari aplikasi makrame yang sering dilihat adalah ikat pinggang, penghias gerabah atau keramik, tas, hiasan dinding, keranjang untuk menggantung tanaman, gorden, gelang, topi, rompi, taplak meja dan sebagainya.
Berbagai pelatihan telah diberikan bagi pengrajin lidi nipah. Dengan adanya berbagai pelatihan ini, pengrajin bisa menciptakan produk yang lebih bervariasi dan berkualitas.
"Pengrajin bisa menerapkan aplikasi makrame di kerajinan lidi nipah. Dan dengan berbagai pelatihan yang telah diikuti, produk kerajinan lidi nipah kita harap dapat semakin variatif, berkualitas, dikenal luas dan bisa segera ekspor," harapnya.