Pangkalpinang - Sebanyak 200 pelaku UMKM di Babel mengikuti kegiatan sharing bisnis dan kerjasama di Gedung Mahligai Rumah Dinas Gubernur Babel, Rabu (10/10/18). Sharing bisnis ini sebagai upaya agar UMKM Babel bisa menembus pasar dunia. Kegiatan ini menghadirkan Ketua Pengarah Malindo Bisnis and Culture Center (MBCC) Asia.
 
Wakil Gubernur Babel, Abdul Fatah mengharapkan para pelaku UMKM di Babel dapat memanfaatkan kegiatan sharing bisnis ini sehingga dapat meningkatkan kualitas produk UMKM di Babel. Produk UMKM harus terus ditampilkan di event-event agar bisa dipasarkan secara global. Namun pelaku UMKM harus mampu tingkatkan kualitas produknya.
 
"Pelaku UMKM harus memanfaatkan dengan baik kesempatan ini agar setelah ini mereka sudah mempunyai langkah-langkah selanjutnya untuk pengembangan produknya. Pelaku UMKM juga harus dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produknya," harap Wagub, Rabu (10/10/18).
 
Produk UMKM harus dipasarkan secara global dan terus dipromosikan. Untuk itu, Wagub meminta pihak Malindo MBCC untuk tidak segan membagikan ilmunya kepada pelaku UMKM, agar produk UMKM Babel bisa menembus pasar dunia.
 
"Kegiatan ini merupakan transfer ilmu, teknologi dari Datuk sehingga bisa memberikan motivasi bagi pelaku UMKM kami agar bisa bersaing dipasar internasional," tambahnya.
 
Pada kesempatan itu, Ketua Pengarah Malindo Business & Cultural Center (MBCC) Asia, Prof Datuk Sri Dr Alex Ong dari Malyasia membagikan konsep usaha agar bisa bersaing dan sukses. Pelaku UMKM harus menggunakan konsep 4P, yakni Product, Place, Price, dan Promotion.
 
Alex Ong mengatakan konsep 4P ini harus dikuasai oleh pelaku UMKM. Dengan begitu, pelaku UMKM akan mampu mengembangkan produk dan pangsa pasar usahanya.
 
"Produk UMKM Babel sudah bagus, namun desainnya, kemasan serta kualitasnya harus diperhatikan agar produk ini bisa dipasarkan dengan baik," katanya.
 
Lebih jauh Alex Ong menekankan bahwa pelaku UMKM jangan hanya fokus mengeluarkan dana yang besar hanya untuk produknya saja. Namun, pelaku UMKM juga harus memikir 3P yang lain, seperti tempat untuk menjual, harga produk yang dijual serta promosinya seperti apa.
 
"Contohnya, kalian punya modal Rp 10 juta. Dana tersebut jangan hanya dipakai atau dihabiskan untuk produk saja. Tapi harus dibagi menjadi 5, misalnya Rp 2 juta untuk bikin produk, Rp 2 juta untuk sewa tempat strategis, Rp 2 juta untuk bayar pekerja, Rp 2 juta untuk promosi, 2 juta lagi untuk dana simpanan," katanya.
 
Ia juga mengingatkan pelaku UMKM yang mengeluarkan produk makanan agar lebih berhati-hati dalam produksinya. Produk makanan itu merupakan produk yang beresiko karena ada masa expired date-nya.
 
"Sebaiknya sebelum menghasilkan produk, pelaku UMKM membangun kerjasama dengan toko yang besar seperti Babel Mart. Dan yang terpenting packing harus bagus dan sesuai standar sebelum di jual di minimarket," katanya.