Pangkalpinang - Sebanyak 31 pelaku UMKM mengikuti Pelatihan Kewirausahaan Bidang Pengembangan Kepribadian Pelaku UMKM di Gedung Balatkop UMKM, Selasa (08/06/21). Pelatihan ini berlangsung selama empat hari hingga tanggal 11 Juni 2021.
 
Ketua Dekranasda Prov Kep Babel, Melati Erzaldi mengatakan bahwa UMKM menjadi sektor yang menggerakan dan mendongkrak perekonomian. Untuk itu, pemerintah melalui dinas Koperasi dan UKM Prov Kep Babel terus memberikan pendampingan baik dari sisi produksi, pemasaran maupun peningkatan kepribadian pelaku UMKM.
 
"Pendampingan dan pelatihan ini sebagai bukti pemerintah serius memberikan perhatian kepada UMKM sehingga UMKM bisa maju dan naik kelas," kata saat membuka Pelatihan Kewirausahaan Bid Pengembangan Kepribadian Pelaku UMKM di Gedung Balatkop UMKM, Selasa (08/06/21). 
 
Pembukaan Pelatihan ini dihadiri Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Yulizar Adnan, Kepala UPTD Balatkop UMKM, Fitri Dwiyanti, Perwakilan Ok Oce Sahmullah Rivki, dan beberapa pejabat Dinas KUKM lainnya.
 
Ditambahkan, agar bisnis atau usaha maju, pelaku UMKM harus mempunyai kepribadian yang baik dan tangguh. Hal ini guna untuk mengembangkan usahanya sehingga tidak mudah menyerah.
 
"Pelaku UMKM harus menjadi pribadi yang tagguh, memiliki mental yang tinggi dalam menjalankan bisnis serta mempunyai daya juang yang tinggi. Kalian tidak boleh baper jika produk kalian belum maksimal dilirik konsumen," tambahnya.
 
Agar produk UMKM mampu menarik konsumen, produk itu tidak hanya memiliki rasa yang enak dan kemasan yang menarik Akan tetapi dipengaruhi juga cara mengenalkan produk, kebersihan tempat usaha, dan sikap pemiliknya atau personal branding yang dimiliki.
 
"Ada trik untuk menarik pembeli, dimana yang tadi hanya melihat  jadi membeli. Calon pembeli menjadi tertarik membeli karena service dan cara mengenalkan produk kita yang baik serta membuat pembeli nyaman dan aman dengan pelayanan yang diberikan," sebutnya.
 
Terkait kualitas produk, Ia menuturkan bahwa UMKM Babel sudah bisa go internasional. Hal ini sudah terbukti karena ada beberapa UMKM yang bisa ekspor. Beberapa waktu lalu, Getas Duo Sehati yang telah ekspor produknya ke Singapura.
 
"Ini menjadi momentum bagi produk kita bisa masuk pasar internasional dan bisa diterima pasar luar. Produk yang sudah Ekspor tersebut harus memenuhi standart dan memiliki perizinan  yang ada seperti sertifikasi halal, NIB," tuturnya.
 
Selanjutnya, Ketua Dekranasda Babel berharap Dinas Koperasi dan UKM Prov Kep Babel dapat mendorong UMKM lebih maju dan naik kelas.
 
"Dengan  adanya pelatihan dan pendampingan, UMKM Babel bisa semakin banyak naik kelas dan lebih maju lagi," harapannya.