Pangkalpinang - Sebanyak 50 pelaku UMKM mengikuti pelatihan Strategi Promosi di Era Pandemi secara virtual, Rabu (10/03/21). Pelatihan ini diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan UKM Prov Kep Babel dan ISB Atma Luhur.
Hengki Kaprodi Bisnis Digital ISB Atma Luhur mengatakan pada saat pandemi ini, pelaku UMKM harus bertransformasi ke digital untuk memajukan bisnisnya. UMKM dapat melakukan transformasi model bisnis dengan fintech dan start up.
"UMKM harus mulai digital. Gabung lah dengan fintech dan start up biar usaha lebih maju dan jangkauan pemasarannya lebih luas," katanya
Ia menuturkan bahwa hampir semua marketplace terhubung dengan fintech. Karena fintech ini menggabungkan teknologi dan keuangan. Dengan fintech, UMKM mengubah model bisnis dari konvesional menjadi moderat.
"Teknologi ini memudahkan. karena tidak ada jarak dan waktu. Misalnya, UMKM jual kripik dan unik, maka tetap akan dibeli karena unik walaupun lokasi pembeli berjauhan," ujarnya.
Fintech ini memiliki banyak manfaat. Menurutnya, fintech bisa menyederhanakan rantai transaksi, menekan biaya operasional, mendapat layanan lebih mudah, dan harga lebih murah serta meningkatkan kecepatan perputaran uang.
"Fintech akan menekan biaya operasional bagi usaha serta mempercepat perputaran uang sehingga meningkatkan ekonomi masyarakat. Selain itu konsumen akan mendapatkan layanan lebih baik karena tidak perlu repot-repot," katanya.
Hendri mengingatkan bahwa bergabung ke market place bukanlah sesuatu yang sulit. Pelaku UMKM bisa dengan mudah masuk beberapa marketplace nasional. Namun, UMKM perlu melakukan konsistensi dalam update data.
"Bergabung ke marketplace dan platform digital itu mudah. Tapi, pelaku UMKM diharuskan untuk konsisten melakukan update data produk yang ditawarkan. Itu penting demi kemajuan usaha," ujarnya.