Pangkalpinang - Sebanyak 50 peserta magang kewirausahaan menampilkan produk karyanya masing-masing di Gedung Balatkop UMKM Pangkapinang, Senin (26/11/18). Berbagai produk dihasilkan para peserta, mulai dari kue, kripik, sambel, bandeng, boneka, kerudung, batik, sandal sampai ke produk kursi.
Akbar Riandi, salah satu Mentor dari Program 1001 digitalentrepreneur mengatakan bahwa produk-produk ini merupakan hasil dari keikutsertaan mereka dalam magang kewirausahaan. Para peserta telah mengikuti magang ini selama 25 hari, dan selama itu mereka didampingi oleh mentor-mentor wirausaha yang berpengalaman.
"50 produk hasil magang ditampilkan disini. Ini hasil karya mereka," ucapnya di Pangkalpinang, Senin (26/11/18).
Akbar mengingatkan peserta magang ini harus berani menggunakan internet. Penggunaan internet memberikan banyak manfaatnya bagi UMKM, diantaranya meningkatkan pengetahuan, meningkatkan keterampilan baru, berbagi informasi dengan yang lain. Serta dengan internet, pelaku UMKM bisa membangun koneksi.
"Di ere revolusi industri 4.0, produk yang sudah ada harus dipasarkan dengan menggunakan internet atau teknologi," ingatnya.
Kenapa produk harus dipasarkan dengan internet, Akbar menuturkan bahwa saat ini pengguna internet sudah mencapai 100 juta orang. Artinya, potensi bisnis dengan internet sangat besar. Selain itu, pelaku UMKM yang jualan secara online juga mendapatkan banyak keuntungan.
"Keuntungan jualan secara online itu memiliki efisiensi yang tinggi dan cost-nya cukup rendah. Jualan secara online bisa menjangkau secara luas," tuturnya.
Selain itu, Ia juga mendorong pelaku UMKM untuk memanfaatkan media online. Karena peran media online bagi perkembangan produk usaha sangat baik. Dengan media online, pelaku UMKM bisa jualan online, mempermudah riset pasar dan jembatan bagi pelaku usaha dengan konsumennya.
"Media online membantu kita melakukan riset pasar, karena kita akan tahu kekurang atau kelebihan dari produk kita. Media online juga menjembatani kita berkomunikasi secara langsung dengan memanfaatkan situs jejaring sosial," pungkasnya.
Sementara Mila salah satu peserta magang kewirausahan menuturkan bahwa selama 25 hari mereka mendapatkan pendampingan dan magang langsung di UKM yang ada. Berkat magang di salah satu UKM rajutan, Mila pun berhasil membuat suatu produk berupa jilbab dengan nama brand Mila.
"Produk ini desain sendiri dan diberi merk dengan nama sendiri. Ini lah hasil dari mengikuti kegiatan magang ini," tutur Mila.
Selama mengikuti kegiatan tersebut banyak manfaat yang diraskan para peserta. Manfaat tersebut yanh dirasakan Mila adalah banyak ilmu yang didapatkan, pengetahuan dan wawasan jadi bertambah dan membangun jaringan yang semakin luas.
Mila mengharapkan bahwa apa yang telah dihasilkan ini tidak lekas 'mati' setelah kegiatan ini berakhir. Produk yang dihasilkan ini bisa berkembang serta dapat diproduksi dalam jumlah besar.
"Semoga produk saya ini bisa terus berkembang dan bisa bersaing dengan merk-merk hijab yang telah ada," harapnya.