Pangkalpinang - Sebanyak 80 peserta mengikuti pelatihan pendamping proses produk halal (PPH) di Prov Kep Bangka Belitung. Pelatihan pendamping PPH ini dibuka oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakan dan SDM, Sunardi mewakili Pj Gubernur Kep Babel secara virtual, Jumat (24/06/22).
Pelatihan ini akan berlangsung selama tiga hari dari tanggal 24 Juni hingga 26 Juni 2022 secara virtual. Pembukaan Pelatihan PPH ini dihadiri pejabat esselon III Dinas KUKM Babel, pejabat Kanwil Kemenag Babel dan pejabat Dinas Koperasi dan UMKM Kab/Kota Se Babel.
Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakan dan SDM, Sunardi mengatakan bahwa Pelatihan ini merupakan hasil sinergi dan kolaborasi Pemprov Kep Babel, BPJPH, Institut Agama Islam Tazkia Jakarta dan BI Perwakilan Babel dalam mendukung dan mewujudkan Indonesia sebagai produsen halal terkemuka dunia mulai tahun 2024. Presiden juga sudah menargetkan 10 juta sertifikasi produk halal ditahun 2024.
"Pelatihan ini hasil kolaborasi bersama untuk mewujudkan 10 juta sertifikasi produk halal pada tahun 2024 di Indonesia, dan untuk di Babel sendiri pada tahun 2024 bisa mencapai 100 ribu sertifikasi produk halal," katanya.
Guna mewujudkan tersebut, pemerintah melalui BPJPH bergerak cepat lewat program Sehati "Self Declare" dimana proses sertifikasi produk halal bagi produk yang beresiko rendah bagi UMK dan proses produksinya sederhana dan sudah dipastikan kehalalannya menjadi lebih cepat dan terjangkau.
"Lewat program self declare, proses sertifikasi produk halal bagi UMK yang proses produksinya sederhana, tidak mengangdung bahan berbahaya dapat lebih cepat dan harganya terjangkau," ujarnya.
Sunardi menyebutkan bahwa pemerintah sudah menerbitkan PP No 39 tahun 2021 tentang penyelenggaraan bidang jaminan produk halal. PP No 39 tahun 2021 ini menyatakan bahwa fasilitasi sertifikasi halal dapat bersumber dari APBD, pembiayaan alternatif, dana bergulir, dana hibah dan sumber lain yang sah dan tidak mengikat.
"Sejalan dengan PP tersebut, Pemprov pada tahun ini akan memfasilitasi sertifikasi halal baik melalui program self declare maupun reguler yang bersumber dari APBD tahun 2022," sebutnya.
Pada tahun-tahun sebelumnya, Pemprov Babel juga telah memfasilitasi sertifikat halal bagi 1044 usaha mikro kecil
"Selama 2017-2021 pemprov telah memfasilitasi sertifikat halal melalui dana APBD sebanyak 1044 UMK. Pada tahun 2022 ini, melalui DKUKM Babel direncanakan akan menfasilitasi sebanyak 175 UMK dengan dana APBD," tambahnya.
Ia berharap, para peserta pelatihan dapat mengikuti kegiatan ini dengan serius dan dapat menjadi pendamping PPH yang paripurna. Kerena ketika berbicara sertifikasi halal maka tanggung jawab sebagai pendamping PPH merupakan tanggung jawab dunia dan akhir.
"Semoga bisa menjadi Pendamping PPH yang paripurna. Semakin banyak pendamping PPH di Babel, maka akan semakin efektif program self declare guna menuju target 100 ribu sertfikat halal bagi produk UMK di Babel," pungkasnya.
Sebelumnya, Kepala Pusat Pembinaan dan Pengawasan Jaminan Prpduk Halal BPJPH, H. A Umar menyatakan bahwa pelatihan pendamping PPH kali ini merupakan yang pertama kali pelatihan pendmping PPH yang difasilitasi oleh Pemda.
"Pelatihan pendamping PPH di Babel ini yang pertama kali difasilitasi Pemda. Kami sangat mengapresiasi dan ucapkan terima kasih kepada Pemprov Babel yang mendukung program self declare," katanya.
Terkait pelatihan pendamping PPH, Ia menjelaskan bahwa pendamping PPH merupakan profesi penting. Pendamping PPH ini akan mendampingi UMK untuk mendapatkan sertifikasi halal melalui program self declare. Skema self declare adalah skema terobosan baru BPJPH untuk bisa membantu para pelaku usaha UMK agar bersegera mendapatkan sertifikat halal bagi produknya.
"Pendamping PPH sendiri adalah pendamping yang akan mendampingi UMK untuk bisa mendapatkan fasilitas sertifikasi halal gratis melalui skema self declare (kehalalan atas pernyataan pelaku usaha sendiri)," jelasnya.
Senada dengan itu, Deputi Kepala Bank Indonesia, Agus Taufik menuturkan bahwa sinergi dan kolaborasi semua pihak harus dilakukan guna mewujudkan Indonesia sebagai Produsen Halal Dunia. Guna mendukung hal tersebut, BI telah melakukan berbagai kegiatan seperti pelatihan auditoe sertifikat halal dan sertifikat halal bagi UMK.
"Sejak 2021 kita sudah bekerjasma dengan Dinas Koperasi dan UKM Babel dan LPPOM MUI Babel mengadakan pelatihan auditor halal dan sertifikat halal bagi UMK," tuturnya.