Pangkalpinang - Sebagaimana diketahui, dampak pandemi Covid-19 terhadap perekonomian masih ada. Guna membangkitkan perekonomian, Pemerintah Provinsi Kep Bangka Belitung melakukan terobosan agar ekonomi masyarakat terus bergerak melalui inovasi.
 
"Pemprov terus berinovasi untuk menggerakan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan teknologi tepat guna yang memanfaatkan potensi sumberdaya alam yang dimiliki Babel," katanya saat membuka pelatihan keterampilan usaha produktif di Hotel Sun Pangkalpinang, Senin (18/07/22).
 
Pembukaan pelatihan ini dihadiri Kepala Laboratorium Kimia Organik Depertemen Kimia FMIPA UGM, Dr. Endang Astuti, pejabat esselon III DKUKM Babel dan perwakilan Dinas LHK Babel serta Ketua Kagawa Babel. Pelatihan ini diikuti 85 peserta dari Kab/Kota di Babel ini menghadirkan pembicara dari UGM yakni Prof. Dr Harno Dwi Pranowo, Prof. Dr. Karna Wijaya, Dr. Respati, dan Dr. Robby Noor Cahyono.
 
Guna mendukung pertumbuhan ekonomi tersebut, Pemprov Babel berikan pelatihan keterampilan usaha produktif bagi pelaku UMKM. Pelatihan bagi UMKM kali ini dilakukan untuk tiga angkatan yakni pelatihan minyak atsiri lada, pelatihan pengolahan sampah plastik menjadi solar dan pelatihan fotografi.
 
"Hari ini kita berikan pelatihan bagi 85 pelaku UMKM yang dibagi dalam tiga angkatan dengan keterampilan yang berbeda guna mendorong perekonomian masyarakat," jelasnya.
 
Kadis KUKM menuturkan bahwa bahan pembuatan minyak atsiri ini sudah tersedia di Babel. Artinya, dari hulunya sudah banyak karena ada petani yang menanamnya seperti sereh wangi dan lada.
 
"Bahan untuk minyak atsiri sudah tersedia. Pemerintah latih dan dorong agar UMKM bisa mengolah bahan baku yang ada menjadi minyak atsiri dan produk turunannya sehingga berdampak pada ekonomi masyarakat," tuturnya.
 
Diakhir sambutanya, Kadis KUKM Babel berharap agar para peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan baik. 
 
"Ikuti pelatihan ini dengan baik karena manfaatnya sangat banyak bagi kemajuan usaha Bapak-Ibu," harapnya kepada peserta.
 
Senada dengan itu, Kepala Laboratorium Kimia Organik Depertemen Kimia FMIPA UGM, Dr. Endang Astuti mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari PKS yang telah ditandatangani beberapa waktu lalu. Pelatihan ini telah dirancang sejak Bulan Mei lalu.
 
Dia menambahkan, ada tiga pelatihan yang dirancang, yakni pelatihan pengembangan minyak atsiri, pelatihan pengolahan sampah plastik menjadi solar dan pelatihan fotografi.
 
"Pelatihan minyak atsiri ini bisa menggunakan sereh wangi dan lada. Pelatihan fotografi bisa praktek dilapangan dengan memanfaat keindahan alam. Jadi promosi produk sekaligus promosi pariwisata," tambahnya.
 
Lalu, Ia menyebutkan bahwa pelatihan pengolahan sampah plastik ini bisa memanfaatkan bank sampah. Dengan memanfatkan sampah plastik, berarti bisa menjaga lingkungan hidup dan UMKM bisa jalan sehingga ekonomi bergerak.
 
Ia mengharapkan pelatihan ini bisa bermanfaat bagi peserta. Pengetahuan dan keterampilan yang didapat tidak hanya berhenti sampai dipelatihan ini saja. Akan tetapi dapat dikembangkan menjadi industri yang jadi.
 
"Semoga ada keinginan yang besar dari peserta pelatihan ini untuk mengembangkannya. Sehingga terdapat pelaku UMKM yang bisa menjadi industri yang jadi dan berkelanjutan," harapnya.