Pangkalpinang - Sebanyak 36 pelaku UMKM kerajinan mendapatkan materi tentang ekspor dan potensi pinang dari Tim Indo Eximpro di Hotel Sun Pangkalpinang, Selasa (22/06/21).
 
Abdullah Umar Bahar dari Indo Eximpro mengatakan potensi ekspor buah pinang cukup besar untuk diekspor ke Asia Selatan. Selain itu harga jualnya juga cukup tinggi mencapai 28.000 perkilo.
 
"Pinang itu dulunya dimanfaatkan untuk nyirih. Namun, saat ini potensi buah pinang ini bisa untuk bahan kosmetik dan fashion. Sementara untuk pelepah pinang bisa dibuat kerajinan. Potensi produk ini memiliki pasar ekspor," kata Abdullah yanh juga sebagai Founder Naghari Corp.
 
Dilanjutkannya, pelepah pinang bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan produk lain seperti piring, kotak makanan, dan bros. Kotak makanan ini bisa jadi alternatif pilihan penggunaan produk yang berasal dari alam sebagai pengganti styrofoam.
 
Melihat potensi ini, UMKM perlu didorong untuk menjadi eksportir. Menurutnya, ada beberapa alasan mengapa UMKM harus jadi eksportir. Salah satu alasanya yakni daya beli masyarakat dunia yang begitu besar. Daya beli masyarakat dunia mencapai Usd 79,3 trilyun.
 
"Potensi daya beli masyarakat dunia sangat besar mencapai Usd 79,3 Trilyun. Sementara daya beli masyarakat Indonesia capi Usd 1.15 trilyun," ujarnya.
 
Selanjutnya, ketersedian tenaga kerja juga besar. Apalagi dimasa pandemi, ada tenaga kerja yang di PHK.
 
"Ketersedian tenaga kerja cukup besar. Rasionya mencapai 1:30, dan ini potensi agar UMKM bisa menyerap tenaga kerja," sebutnya.
 
Ditambahkanya, jumlah penduduk dunia juga besar. Jumlah yang besar ini menjadi peluang untuk memasarkan produk UMKM ke masyarakat negara lain.