Pangkalpinang – Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi Peningkatan Pendamping KDKMP Tahun Anggaran 2025 di Hotel Grand Safran, Pangkalpinang, Rabu (10/12/25).
 
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Prov Kep Babel, Arie Primajaya, bersama Asisten Deputi Restrukturisasi dan Revitalisasi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Kemenkop, Ruli Nurdina Sari. Rakor berlangsung secara hybrid dan diikuti oleh seluruh PMO, BA, serta perwakilan Dinas Koperasi kabupaten/kota di Babel.
 
Rakor ini bertujuan untuk mengevaluasi capaian kerja Asisten Bisnis (BA) dan Project Management Officer (PMO), serta membahas langkah percepatan program seperti pembuatan NIB, NPWP hingga pendataan lahan pembangunan gerai dan pergudangan KDKMP di Babel.
 
Plt Kadis Koperasi dan UKM Babel, Arie Primajaya mengatakan bahwa pendamping di lapangan tentu menemukan berbagai kendala, namun hal tersebut tidak menjadi penghambat bagi para BA dan PMO untuk terus bekerja keras mencapai target program.
 
“Melalui kegiatan ini, kita ingin mengetahui sejauh mana target telah dicapai, serta mengidentifikasi kendala yang terjadi di lapangan,” ujarnya.
 
Arie juga berharap rakor ini bisa meningkatkan kualitas pendampingan KDKMP di Babel.
 
“Tetap semangat dan terus memberikan kontribusi terbaik bagi perkembangan program KDKMP di Babel,” pesannya.
 
Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pengawasan Koperasi, Herbert H.O. Siagian, menjelaskan bahwa kinerja PMO bukan sekadar laporan administratif. Ada indikator kinerja resmi yang ditetapkan mulai dari tingkat pusat hingga daerah.
 
Dimensi penilaian tersebut mencakup koordinasi, dukungan Dekon, validasi data, pelatihan SDM, pendampingan BA/KDKMP, pelaporan, hingga integrasi dashboard.
 
“PMO adalah penjamin mutu pelaksanaan KDKMP dan penggunaan dana Dekon. Kinerja PMO adalah cermin kinerja program karena data menentukan kebijakan,” tegasnya.
 
Herbert juga mengingatkan bahwa data harus terintegrasi melalui dashboard Simkopdes sebagai satu-satunya sumber data utama.
 
Rakor ini diharapkan dapat memperkuat sinergi pendamping di seluruh daerah guna mempercepat pembangunan serta pelaksanaan program KDKMP di Bangka Belitung.