Pangkalpinang - Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor koperasi terus digencarkan oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Melalui Dinas Koperasi dan UKM, pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Manajer Koperasi Angkatan III resmi digelar di Hotel Grand Vella, Pangkalan Baru, Selasa (28/10/2025).
Kegiatan ini diikuti oleh 20 pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dari berbagai kabupaten/kota di Babel, dengan menghadirkan narasumber dari LSP Wirausaha Koperasi Nusantara, Nur Soleh.
Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Babel, Muslim El Hakim Kurniawan, mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat kapasitas pengurus KDKMP agar mampu mengelola koperasi secara profesional dan berdaya saing.
“Peningkatan SDM bagi pengurus KDKMP terus dilakukan. Hari ini kita laksanakan pelatihan dan sertifikasi BNSP bagi manajer koperasi. Mungkin ini provinsi pertama di Indonesia yang memberikan sertifikasi kepada pengurus KDKMP,” ungkap Muslim.
Menurutnya, perubahan kebijakan di tingkat pusat yang begitu cepat menuntut para pengurus KDKMP di Babel untuk adaptif dan terus meningkatkan kompetensi. Karena itu, pelatihan dan sertifikasi ini diharapkan menjadi bekal dalam menjalankan operasional KDKMP secara efektif dan berkelanjutan.
“Pengurus KDKMP akan dibekali kemampuan teknis dalam mengelola dan mengembangkan usaha. Kami di provinsi bertugas memperkuat dan meningkatkan kapasitas SDM agar koperasi di Babel semakin mandiri,” tambahnya.
Lebih lanjut, Muslim menjelaskan bahwa seluruh KDMP di Babel telah berkoordinasi dengan Babinsa terkait penyediaan lahan pembangunan gudang atau gerai KDKMP berukuran 20x30 meter. Gudang tersebut nantinya akan menjadi aset desa.
“Barang-barang di gerai akan diisi oleh para suplier, sementara keuntungan dari pengelolaan KDKMP akan dibagi, di mana 20 persen menjadi bagian untuk desa,” jelasnya.
Selain fokus pada penguatan SDM, Muslim juga mendorong para pengurus KDKMP untuk lebih aktif merekrut anggota dan memperkuat solidaritas antaranggota.
“Cari anggota sebanyak-banyaknya agar pembangunan gudang menjadi prioritas. Pengurus juga harus semakin solid dan aktif menjalin kemitraan. Ke depan, semua program pemerintah akan dikolaborasikan melalui KDKMP,” tegasnya.
Ia menambahkan, program KDKMP merupakan bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) yang memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Untuk itu, para pengurus dituntut memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menjalankan usaha koperasi secara berkelanjutan.
Menutup arahannya, Muslim menargetkan setiap KDKMP di Babel sudah memiliki minimal satu gerai pada Desember 2025 mendatang.
“Minimal satu gerai sampai Desember ini. Kita terus dorong agar kemitraan berjalan dan data koperasi selalu diperbarui melalui sistem Simkopdes,” pungkasnya.