Yogyakarta - Berbagai jenis makanan khas Provinsi Kepulauan Bangka Belitung hadir di Kota Yogyakarta dalam acara "Babel Explore Yogyakarta" di Stadiun Mandala Krida Yogyakarta. Sejumlah kuliner tersebut di antaranya lempah kuning, gangan, laksa, mie kuah ikan, tekwan, pempek udang, kemplang, getas dan beberapa jenis makanan olahan hasil laut.
 
Pembukaan kegiatan ini dilakukan Assisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Budiman Ginting mewakili Gubernur Kepulauan Bangka Belitung. Dijadwalkan kegiatan Babel Explore Yogyakarta 2017 ini akan berlangsung selama 4 hari dari tanggal 8-11 Desember 2017 di Stadion Mandala Krida. Pada Babel Explore ini, setiap Kab/Kota mempromosikan kuliner khas daerahnya. 
 
Budiman Ginting mengatakan Bangka Belitung terus melakukan berbagai inovasi pengembangan sektor pariwisata. Salah satunya melalui kegiatan Babel Explore Yogyakarta 2017. Terpilihnya Yogyakarta sebagai tempat promosi Babel karena kota Yogyakarta ini merupakan daerah yang banyak dikunjungi wisatawan.
 
"Melalui Babel Explore Yogyakarta ini diharapkan dapat berdampak pada peningkatkan kunjungan wisatawan ke Babel. Selain itu promosi kuliner Babel ke masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta bisa menjadikan Babel sebagai destinasi wisata kuliner," ujarnya saat membuka Babel Explore Yogyakarta, Jumat (8/12/17) malam.
 
Budiman menambahkan sektor pariwisata sudah menjadikan sektor penyumbang devisa bagi negara. Pertumbuhan sektor pariwisata yang baik tentunya juga akan mempengaruhi pertumbuhan sektor UMKM. Untuk itu, pemprov terus menfasilitasi pengembangan dan meningkatkan daya saing UMKM melalui fasilitasi halal. 
 
"Fasilitasi halal akan meningkatkan daya saing produk kuliner Babel. Karena akan memberikan jaminan perlindungan mengkonsumsi kuliner halal kepada para wsatawan yang berkunjung ke Provinsi Kep Babel," tambahnya.
 
Pengembangan pariwisata tidak terlepas dari peranan UMKM. Ia menuturkan UMKM memegang peranan penting karena menyediakan berbagai kebutuhan barang dan jasa bagi para wisatawan seperti kuliner.
 
"UMKM ujung tombak pengembangan sektor pariwisata harus terus berkreasi, meningkatkan kualitas produk agar dapat bersaing dengan produk sejenis dari daerah lain sehingga produk ini bisa semakin berkembang dan maju," tutupnya.
 
Pantauan dilapangan bahwa sejumlah stand produk UKM berlomba memperkenalkan produk khas yang dimiliki. Seperti kuliner gangan dan lempah kuning yang mampu menarik minat para pengunjung. Selain itu, sirup jeruk kunci juga menjadi sesuatu yang mampu menarik para pengunjung karena pengunjung diajak mencicipinya. Sejumlah kerajinan kerang hingga baju kaos juga ikut dipromosikan dalam ajang ini.
 
Sementara itu Ahmad Sadikin, Ketua Panitia Pelaksana Babel Explore Yogyakarta menyampaikan apresiasi yang besar kepada Pemrov Babel yang telah mensupport kegiatan ini. Pemprov Babel melalui Dinas Koperasi dan UKM Babel telah membantu dengan menghadirkan pelaku UKM untuk mempromosikan produknya di Yogyakarta. 
 
"Pelaksanaan kegiatan ini menjadi upaya mahasiswa dan pelajar Babel untuk membantu mempromosikan produk dan wisata Babel. Sehingga berdampak terhadap peningkatan pariwisata dan kemajuan Provinsi Babel," ucapnya.
 
Tujuan lainnya, kata Achmad adalah untuk merayakan hari jadi Provinsi Kep Babel yang ke17 dan untuk dapat meningkatkan tali silaturahim sesama pelajar dan mahasiswa Babel yang ada di Yogyakarta. Mahasiswa Babel sangat memiliki rasa kekeluargaan dan kebersamaan yang begitu besar. 
 
"Rasa kebersamaan dan kekeluargan yang besar ini membuat acara ini bisa dilaksanakan. Selain itu, lewat kegiatan ini menandakan bahwa mahasiswa Babel punya potensi untuk mengembangkan Babel lebih khusus dan maju kedepannya," ujarnya.