Pangkalpinang - Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Bangka Belitung berkolaborasi bersama Dinas Koperasi dan UKM (KUKM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memberikan pelatihan pemanfaatan aplikasi pencatatan keuangan kepada pendamping dan UMKM di Kantor BI Babel, Rabu (29/05/24).
 
Pelatihan ini merupakan rangkaian dari kegiatan Explore Babel 2024 yang diinisiasi oleh BI bekerjasama dengan Pemerintah Daerah. Kegiatan ini dibuka oleh Deputi Kepala BI Kantor Perwakilan Bangka Belitung, Nurfadilah dan dihadiri Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Prov Kep Babel, Riza Aryani.
 
Plt Kadis KUKM Babel mengatakan bahwa pembinaan yang telah dilakukan terhadap koperasi dan UMKM telah berada pada koridor yang tepat, dan perlu dipertajam dengan peningkatan kapasitas UMKM dalam pengelolaan keuangan. 
 
"BI Babel bersama Dinas KUKM melakukan penguatan akselerasi peningkatan akses keuangan UMKM. Kolaborasi ini bertujuan mendorong akses pembiayaan UMKM lebih luas, sekaligus melakukan penguatan literasi keuangan UMKM. Dengan penggunaan aplikasi SiAPIK diharapkan menjadi solusi akses keuangan untuk UMKM naik kelas," katanya.
 
Ia menyebutkan, bahwa jumlah penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) pada tahun 2023 sebesar 1.4 triliun rupiah kepada 31.848 debitur. Jumlah ini masih cukup kecil yaitu lebih kurang hanya 16 persen saja dari jumlah 199.974 unit UMKM di Babel. Sehingga penyaluran KUR masih belum optimal, namun disisi lain sebenarnya masih banyak pelaku UMKM  yang masih membutuhkan bantuan permodalan untuk mengembangkan usaha. 
 
"Penyaluran KUR belum optimal. Karena masih banyak UMKM tidak mempunyai pencatatan keuangan usaha dan tidak tersedianya laporan keuangan yang memadai," sebutnya.
 
Masih banyak pelaku UMKM yang tidak memiliki pencatatan keuangan menandakan masih rendahnya literasi keuangan dan pemahaman pelaku UMKM mengenai pentingnya pencatatan keuangan bagi pengembangan usaha. Hal ini merupakan tantangan yang berdampak pada sulitnya UMKM untuk naik kelas.
 
"Melihat hal tersebut, BI dan pihaknya berkolaborasi untuk mendorong UMKM agar memiliki pencatatan keuangan yang sederhana melalui aplikasi SIAPIK. Sistem aplikasi ini dibuat dengan tujuan untuk meningkatkan literasi keuangan UMKM dan mengisi information gap antara UMKM dan lembaga keuangan. SIAPIK menjadi alat bantu bagi UMKM dalam menyusun laporan keuangan dan membantu pihak bank dalam menganalisis kemampuan keuangan UMKM," jelasnya.
 
Ditambahkanya, laporan keuangan merupakan hal yang amat penting saat menjalankan usaha baik skala UMKM hingga yang berskala besar. Laporan keuangan dibuat agar pengusaha dapat mengoperasikan bisnisnya dengan baik dan bisa menganalisa keuntungan dan kerugian mereka. Serta dapat bermanfaat pula untuk mengajukan permohonan modal. 
 
"Dengan perkembangan teknologi, membuat laporan keuangan kian mudah karena banyak aplikasi yang bisa dipasang di ponsel pintar. UMKM bisa memanfaatka aplikasi SIAPIK untuk membuat laporan keuangan. Dengan penggunaan aplikasi SIAPIK diharapkan menjadi solusi akses keuangan untuk UMKM naik kelas," ujarnya.
 
Diakhir arahannya, Ia meminta kepada para pendamping UMKM, mahasiswa serta pelaku UMKM yang hari ini mengikuti pelatihan SIAPIK untuk menyebarkan penggunaan aplikasi keuangan ini kepada para pelaku usaha di Prov Kep Babel ini, supaya UMKM dapat melakukan pencatatan keuangan digital dengan baik dan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan UMKM untuk bersaing di era global.
 
"Saya minta kalian bisa sebarkan aplikasi ini kepada yang lain, agar UMKM lain bisa mencatat laporan keuangannya. Seperti moto di rumah makan padang, jika aplikasi ini bagus tolong ajarkan kepada pelaku UMKM yang lain, namun jika aplikasi ini kurang bagus tolong sampaikan kepada kami untuk disempurnakan," pungkasnya.