Pangkalpinang – Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Ruko Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Inkubator menyelenggarakan Bootcamp Inkubator Bisnis bertema “Peningkatan Kualitas Produk UMKM” di Gedung UPT Balatkop UMKM pada Rabu (24/09/25).
 
Program yang berlangsung selama dua hari, 24–25 September 2025, ini dirancang sebagai langkah strategis untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha agar mampu beradaptasi dengan persaingan pasar yang semakin ketat.
 
Bootcamp diikuti oleh 10 tenant UMKM berbasis olahan hasil perikanan yang telah melalui proses seleksi dengan menghadirkan narasumber dari BPOM Pangkalpinang serta tiga pengusaha lokal.
 
Selama kegiatan, peserta dibekali dengan materi seputar manajemen usaha, strategi pemasaran, inovasi produk, pengemasan, hingga akses pembiayaan. Mereka juga mendapatkan pendampingan langsung dari mentor berpengalaman yang terdiri dari praktisi, akademisi, serta konsultan PLUT.
 
Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM (KUKM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Muslim El Hakim Kurniawan, menekankan bahwa peningkatan kualitas produk menjadi kunci agar UMKM Babel dapat menembus pasar yang lebih luas.
 
“UMKM tidak hanya dituntut kreatif, tetapi juga harus menjaga kualitas produk agar memiliki daya saing. Melalui bootcamp ini, kami berharap para pelaku usaha bisa naik kelas dan lebih percaya diri menghadapi pasar,” ujarnya.
 
Muslim menambahkan bahwa setelah melalui tahapan pra-inkubasi, peserta akan mengikuti tahap pendampingan intensif dan pasca inkubasi. Pada tahap ini, akan dilakukan upaya untuk memperluas jejaring pemasaran, termasuk melalui penyelenggaraan bazar untuk menampilkan produk UMKM binaan. Setiap produk peserta hari ini akan didokumentasikan sebagai bahan evaluasi perkembangan selama masa inkubasi.
 
"Produk-produk para tenant yang telah baik dan siap, nanti akan diberikan kesempatan mengikuti Trade Expo Indonesia pada Oktober 2025 sebagai bagian dari upaya membuka akses ekspor," tambahnya.
 
Lebih lanjut, Ia menyampaikan bahwa  Program bootcamp inkubator ini merupakan yang pertama di Bangka Belitung dan sejalan dengan arahan Kementerian Koperasi dan UKM agar setiap provinsi memiliki minimal satu lembaga inkubator.
 
Mulai tahun 2026, pengelolaan program inkubator akan dilaksanakan oleh UPT Balatkop PLUT bersama bidang terkait di Dinas KUKM. Pemerintah daerah juga menyiapkan dukungan berupa fasilitasi pembiayaan dan sertifikasi umur simpan produk, yang sangat penting untuk memastikan daya tahan produk dalam distribusi antarwilayah maupun ekspor.
 
“Pada tahap pasca inkubasi ini kita akan mempertemukan UMKM dengan berbagai stakeholder, baik dalam hal pembiayaan, kemitraan, maupun peluang pasar. Mudah-mudahan program ini berjalan dengan baik dan memberi manfaat nyata bagi pelaku usaha,” tambah Muslim.
 
Selama program berlangsung, peserta juga diinapkan di Balatkop UMKM untuk mengikuti pendalaman Business Model Canvas yang dipandu langsung oleh konsultan PLUT, sehingga model bisnis yang dirancang lebih terarah dan layak dikembangkan.
 
Menutup sambutannya, Muslim menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung kegiatan ini serta permohonan maaf atas segala kekurangan dalam penyelenggaraan angkatan pertama.
 
“Kami akan terus berupaya memberikan yang terbaik bagi para tenant dan pelaku UMKM. Bootcamp ini adalah langkah awal dalam mengawali inkubator bisnis di Ruko PLUT Inkubator Babel,” pungkasnya.
 
Sebelumnya Ketua Pelaksana Bootcamp Ruko PLUT Inkubator, Fred Ferdiansyah mengatakan bahwa melalui kegiatan ini, para peserta mendapatkan pendampingan terkait strategi pemasaran, perbaikan produk dan kemasan, hingga penyusunan rencana bisnis.
 
"Dampak jangka panjang dari bootcamp ini diharapkan mampu meningkatkan omzet penjualan, memperluas akses pasar, serta mempermudah akses permodalan," katanya.
 
Selain itu, peserta juga didorong untuk lebih mandiri dalam mengelola usaha, memperkuat kapasitas manajemen, serta membangun kesadaran merek melalui kemasan dan strategi pemasaran digital yang lebih profesional. 
 
"Dengan adanya pendampingan melalui bootcamp ini, UMKM tenant diharapkan semakin siap bersaing dan berkembang ke pasar yang lebih luas," ujarnya.