Pangkalpinang - Kepala Dinas Koperasi dan UKM Prov Kep Bangka Belitung, Yulizar Adnan mengatakan bahwa akibat pandemi  Covid-19, terjadi perubahan pola konsumsi barang dan jasa oleh masyarakat dari offline ke online. Selain itu penerapan PPKM juga berdampak pada peningkatan pada delivery order pada produk UMKM.
 
"Perubahan pola ini menyebabkan meningkatnya transaksi digital. Peluang ini harus dimanfaatkan teman-teman UMKM dan Kami (pemprov.red) pun berkomitmen untuk meningkatkan kemampuan digital pelaku UMKM Babel melalui pelatihan digital marketing," katanya saat menjadi narasumber pada acara webinar peran literasi digital di toko online melalui zoom.
 
Kegiatan ini merupakan acara webinar gerakan nasional literasi digital 2021 yang diselenggarakan Kemenkominfo dan Siberkreasi. Acara ini diikuti ratusan pelaku UMKM Kab. Bangka selatan khususnya dan masyarakat umum secara nasional.
 
Dia mengakui, bahwa kemampuan dan pemahaman digital pelaku UMKM terbilang masih kurang. Selain itu pelaku UMKM juga sering merasa kurang aman jika bertransaksi secara online.
 
Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kep. Bangka Belitung berupaya selalu ada untuk pelaku UMKM, dalam memberikan pemahaman yang akan merubah mindset maupun  peningkatan kapasitas secara teknis, mengasah kemampuan mereka dalam penggunaan media digital dan lainnya.
 
"Untuk itu, pelaku UMKM Babel terus didampingi dan diberikan pelatihan agar mereka memahami dan memiliki kemampuan digital yang baik dalam menjalankan usahanya di toko online (market place)," ujarnya.
 
Sejauh ini, Kadis KopUKM Babel menyebutkan bahwa pihaknya telah memberikan pelatihan digital marketing sejak tahun 2019 lalu. Pada tahun 2019 terdapat 4 angkatan pelatihan, tahun 2020 ada 10 angkatan dan hingga Agustus 2021 sudah ada 6 angkatan pelatihan digital marketing.
 
"Hingga saat ini, kita sudah berikan pelatihan digital marketing sebanyak 20 angkatan. Ini upaya kita untuk meningkatkan literasi digital pelaku UMKM Babel. Selain itu kita juga selalu mendampingi mereka melalui konsultan PLUT KUMKM," sebutnya.
 
Dia menambahkan, sebagaimana diketahui bahwa di Indonesia, anak 15 tahun pun sudah bisa belanja online. Anak milenial sudah aktif dan akrab dengan dunia digital.
 
"Sekali lagi ini peluang bagi UMKM. Karena berjualan dimarket place atau toko online akan memperluas pasar bagi UMKM, bukan hanya lokal tetapi akan masuk lingkup internasional. Banyak promo yang dilakukan market place mampu meningkatkan penjualan UMKM" tambahnya.
 
Dalam menjalankan bisnis online, setidaknya ada 5 hal ini yang harus dipahami etika berjualan ditoko online. Hal ini bertujuan agar bisnis online yang kamu jalankan semakin dipercaya oleh pelanggan. 
 
Kelima hal tersebut yakni Selalu jujur dengan kondisi produk yang kamu jual, menjawab semua pertanyaan yang diajukan customer, menggunakan bahasa yang sopan saat melayani customer, packing barang dengan rapi dan aman serta menjaga kerahasiaan data pelanggan.
 
"Pelaku UMKM harus jujur terhadap kualitas produknya dan selalu memberikan respon atas pertanyaan para customer dengan bahasa yang hangat dan santun," pungkasnya.