Pangkalpinang – Upaya menata data UMKM agar lebih rapi dan terintegrasi terus dilakukan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Salah satunya melalui rapat tahapan aktivasi akun aplikasi Si Daya yang digelar secara hybrid di Ruang Rapat Lantai II DKUKM Babel, Rabu (11/02/2026).
Sebanyak 54 koordinator dan operator data kecamatan se-Babel mengikuti rapat ini. Mereka membahas pengaktifan akun hingga teknis penginputan data UMKM pada aplikasi Si Daya yang akan menjadi basis pendataan pelaku usaha di daerah.
Kabid Pemberdayaan UKM Dinas KUKM Babel, M. Nasirin Yusuf EF, mengatakan kegiatan ini menjadi langkah awal untuk menata administrasi data UMKM secara lebih tertib dan terstruktur.
“Rapat ini menjadi awal bagi tertibnya administrasi terkait data para UMKM yang nantinya akan menjadi semacam database, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota,” ujarnya saat membuka rapat.
Ia mengajak seluruh koordinator dan operator data aktif berdiskusi agar tidak ada kendala saat proses pendataan berjalan. Menurutnya, data yang terkumpul nantinya diharapkan benar-benar bermanfaat bagi berbagai pihak, terutama dalam mendukung pelayanan kepada pelaku UMKM binaan.
“Silakan bertanya dan berdiskusi. Harapannya, data pada Si Daya ini bisa dimanfaatkan oleh stakeholder dalam pelayanan kepada masyarakat, khususnya UMKM,” tambahnya.
Sementara itu, Admin Si Daya, Erman Arif, menjelaskan bahwa pengelolaan aplikasi ini memiliki beberapa jenjang admin, mulai dari tingkat aplikasi, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga kelurahan/desa. Setiap jenjang memiliki kewenangan berbeda dalam mengelola data.
“Admin kelurahan atau kecamatan hanya mengelola data di wilayahnya. Admin kabupaten mengelola seluruh kecamatan di wilayahnya, dan admin provinsi bisa mengelola seluruh data di provinsi. Sementara admin aplikasi hanya mengelola akun dan sistem, bukan data UMKM,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa struktur data di Si Daya berbeda dengan aplikasi sebelumnya, Si Dulang. Pada Si Daya, data pelaku usaha, usaha, dan produk dipisahkan secara berjenjang sehingga lebih rinci dan mudah dikembangkan.
“Kita mulai dari input pelaku usaha, lalu jenis usahanya, baru produknya. Satu pelaku usaha bisa memiliki lebih dari satu usaha, dan tiap usaha bisa punya beberapa produk. Jadi datanya lebih detail,” terang Erman.
Tak hanya sebagai basis data, Si Daya juga dirancang menjadi etalase digital atau market hub bagi produk UMKM Bangka Belitung. Operator data diharapkan tidak hanya menginput pelaku usaha, tetapi juga sampai ke produk agar bisa ditampilkan kepada publik.
“Harapan kita, Si Daya juga menjadi market hub untuk mempromosikan produk UMKM Babel,” ujarnya.
Aplikasi Si Daya dapat diakses melalui laman sidaya.babelprov.go.id. Di dalamnya terdapat katalog data UMKM, katalog produk, hingga informasi berita dan agenda kegiatan. Publik dapat melihat rekap jumlah UMKM berdasarkan wilayah maupun sektor, sekaligus menelusuri produk-produk yang dihasilkan pelaku usaha lokal.
Selain itu, aplikasi ini juga memuat informasi kegiatan seperti pelatihan, pasar murah, dan berbagai program pemberdayaan lainnya. Dengan demikian, Si Daya diharapkan menjadi pusat informasi sekaligus promosi UMKM di Bangka Belitung.
Melalui aktivasi akun dan penguatan koordinasi ini, Dinas KUKM Babel optimistis pendataan UMKM akan semakin akurat dan terintegrasi, sekaligus membuka peluang promosi yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal.