Pangkalpinang - Dinas Koperasi dan UKM (KUKM) Prov Kep Bangka Belitung melalui UPTD Balatkop UMKM mengadakan pelatihan kewirausahaan di bidang industri kreatif di Hotel Sun Pangkalpinang, Senin (15/05/23).
Pelatihan ini diikuti sebanyak 30 peserta yang merupakan pelaku UMKM dan tenaga pendamping serta perwakilan konsultan PLUT KUMKM Babel dan menghadirkan pembicara dari PT Adaideaja
Wahyu Lies Sundoro.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Prov Kep Bangka Belitung, Yulizar Adnan mengatakan potensi industri kreatif semakin meningkat dan berpengaruh terhadap perekonomian nasional. Terdapat 17 subsektor industri kreatif, yakni kuliner, fashion, kriya, arsitektur, desain, desain produk, desain interior, musik, seni rupa, periklanan, seni pertunjukan, aplikasi, fotografi, desain komunikasi visual, pengembangan mainan, film animasi, video serta televisi.
"17 sub sektor ini merupakan peluang bagi kita semua untuk dapat dikembangkan sungguh-sungguh. Oleh karena itu, diadakan pelatihan ini guna memberikam pemahaman yang lebih baik terkait kewirausahan dan cara penerapannya disektor industri kreatif agar bisa menjangkau pasar global yang lebih luas," katanya saat membuka pelatihan bidang industri kreatif di Hotel Sun, Senin (15/05/23).
Dijelaskannya, pelaku UMKM yang hadir pada pelatihan ini akan belajar secara langsung dari owner Adaideaja tentang strategi pemasaran, scale up usaha, inovasi produk serta komunikasi efektif di sektor industri kreatif.
"Kalian akan belajar langsung dari ownernya. Nah jadi saya yakin dengan pelatihan ini, kalian bisa meningkatkan kemampuan dan pengetahuan dalam meningkatkan kreatifitas dan keuntungan dari usaha yang kalian jalankan," jelasnya.
Ditambahkannya, pelatihan ini akan sangat bermnafaat jika diikuti dengan sungguh-sungguh. Para peserta juga harus berperan aktif dan jangan sungkan untuk bertanya.
"Jangan sungkan untuk berdiskusi. Dan saya harap pelatihan ini akan memberikan manfaat bagi kalian dalam mengembangkan usaha di industri kreatif agar bisa mencapai kesuksesaan bersama dan tentunya menaikan omset usahanya dengan baik," harapnya.
Sementara, Wahyu Lies Sundoro, Owner PT. Adaideaja Segmen Pasar menyebutkan, pelaku usaha industri kreatif agar dapat berkembang dan bertahan harus mampu mengidentifikasi segmen pasar dan karakteristiknya. Selain itu juga harus memiliki kemampuan pemenuhan kebutuhan segmen pasar.
Misalnya, Steve Jobs, Co Founder Apple yang memiliki tipe market driver dan menjadi legenda. Oleh karenanya, inovasi apapun yang dilakukannya akan sangat mudah diterima oleh pasar yang telah terbentuk. Begitu juga dengan Serabi Notosuman, Gedug Yu Djum yang memiliki produk yang sudah menjadi legenda.
"Bagi pelaku UMKM yang belum melegenda, harus ada usaha lebih untuk memasarkan produk yang dimulai dengan mencari segmen pasar yang tepat dan mengetahui karakternya ," ujarnya.
Untuk menjadi legenda, menurutnya, pelaku UMKM diuntungkan dengan ekosistem digital yang memungkinkan penyebaran informasi dengan sangat cepat. Hal ini tentunya bisa dimanfaatkan UMKM sebagai sarana untuk melegenda.
Ditambahkannya, ada dua motif masyarakat membeli produk yakni karena kebutuhan dan karena keinginan. Kedua motif ini harus dipahami oleh pelaku UMKM. Sementara untuk mencari segmen pasar, pada era digital ini harus menemukan segmen pasar yang 'PAS'. Mencari segmen pasar ini seperti mencari pasangan agar ada ikatan antara penjual dan pembeli.
"Kalian harus mencari segmen pasar yang PAS sehingga ada sikap saling mencintai. Jika menemukan segmen pasar yang PAS, maka ada kecenderungan pembeli akan menjadi advisor atau merekomendasikan produk kita kepada orang lain," tambahnya.
Lebih jauh Ia menjelaskan, terdapat 9 pilar bisnis model kanvas yakni value proposition, segmen, channel, customer relationship, key activities, key resources, key partnership, revenue stream dan cost structure. Pelaku UMKM harus mengetahui siap pembelinya, apa keunggulan produk, sarana untuk menyampaikan value kepada customer segmen, dan cara menjalin hubungan dengan pelanggan.
Selain itu, Ia juga menuturkan bahwa pelaku UMKM industri kreatif harus melakukan inovasi produk. Ada beberap hal yang bisa diinovasi, yakni harga, tempat, produk dan promosi. Disisi harga, pelaku bisa melakukan inovasi kalau brand identitynya bagus. Artinya, harga bisa dinaikkan jika brand identity produk bagus.
"Inovasi juga bisa dilakukan dalam bentuk layanan antar, inovasi rasa produk dengan tetap menjaga kualitas produk, dan melakukan cara promosi yang out of the box," ujanya.