Pangkalpinang - Dinas Koperasi dan UKM Prov Kep Bangka Belitung menggelar sosialisasi akses pembiayaan bagi koperasi di Hotel Bangka City Kota Pangkalpinang, Rabu (27/3/19). Sosialisasi akses pembiayaan diikuti 35 koperasi dan menghadirkan narasumber dari Bank Sumsel Babel dan PT. Jamkrida Babel.
Kepala Bidang Pengembangan dan Pemberdayaan Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Babel Syamsul, mengatakan sebagaimana diketahui bahwa akses pembiayaan masih menjadi kendala dalam pengembangan koperasi. Namun, saat ini pemerintah sudah membuka akses pembiayaan agar koperasi di Babel bisa berkembang.
"Pemerintah terus melakukan sosialisasi akses pembiayaan sehingga koperasi memahami dan mengerti cara mendapatkan akses perbiayaan demi pengembangan koperasi di Babel," katanya saat membuka sosialisasi akses pembiayaan, Rabu (27/3/19).
Syamsul melanjutkan bahwa Pemerintah juga telah menjalin kerjasama dengan PT Jamkrida Babel. PT Jamkrida Babel berperan sebagai penjamin pembiayaan kredit yang diajukan koperasi dan pelaku usaha.
"Tahun 2019 sudah ada kerjasama antara pemerintah dan PT Jamkrida Babel. Informasinya, awal tahun 2019 ini PT Jamkrida Babel juga sudah menjalin kerjasama dengan Bank Sumsel Babel dalam menjamin kredit yang diajukan koperasi," lanjutnya.
Dalam kesempatan itu juga, Ia mengingatkan koperasi bahwa saat ini pemerintah lebih menekankan kualitas koperasi daripada kuantitas. Kualitas koperasi menjadi suatu yang penting, dan salah satu indikatornya yakni RAT. RAT koperasi menunjukan bahwa koperasi tersebut aktif dan berjalan dengan baik.
"Koperasi untuk melaksanakan RAT setiap tahunnya. Karena RAT menandakan kualitas koperasi," tegasnya.
Selanjutnya, Syamsul berharap dengan adanya sosialisasi ini maka akan semakin banyak koperasi yang bisa mengakses pembiayaan demi meningkatkan pengembangan koperasi.
"Saya harapkan koperasi ini dapat memanfaatkan program jaminan PT Jamkrida dan dapat segera mengajukan dana pinjaman kepada Bank Sumsel Babel. Pengajuan pinjaman tersebut agar koperasi semakin berkembang dan maju usahanya" harapnya.
Sementara Elisya Febrianti Analisis Kredit Bank Sumsel-Babel menjelaskan bahwa pihaknya mendukung kemajuan usaha di Babel. Bank Sumsel-Babel memiliki program KUR untuk para pelaku usaha baik perorangan, Badan Usaha maupun Kelompok usaha.
"Bank Sumsel-Babel memiliki program KUR bagi usaha mikro, kecil dan khusus. Adapun bunga KUR tersebut sebesar 7 persen," katanya.
Elisya menambahkan hingga saat ini Bank Sumsel-Babel telah memberikan kredit ke berbagai sektor usaha seperti Pertanian, Perkebunan, Perikanan, Perdagangan dan Jasa. Sedangkan platform yang diberikan, yakni untuk usaha mikro sebesar 25 juta. Sedangkan usaha kecil memiliki platform 25 juta-500 juta dan yang khusus platformnya 500 juta keatas.
"Ini lah platform yang bisa dimanfaatkan para pelaku usaha atau koperasi untuk mengajukan pinjaman dana kredit," tambahnya.
Lebih lanjut, Elisya menuturkan ada dua pola sistem KUR melalui lembaga, yakni sistem KUR linkage channeling dan sistem KUR linkage executing.
Untuk mendapat pinjaman kredit, pelaku usaha atau badan usaha harus memenuhi beberapa persyaratan yakni usaha produktif sudah berjalan selama 6 bulan, ijin usaha masih berlaku, dan tidak sedang menjalankan pinjaman dengan lembaga lain dan beberapa syarat lainnya
"Jika memenuhi persyaratan dan pengajuan disetujui, maka pada kedua pola ini, akan ada perjanjian kerjasama antara koperasi dan Bank Sumsel-Babel. Semoga KUR dari Bank Sumsel Babel dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha koperasi," tuturnya.